• KISAH

Kisah Pasukan Bergajah Abrahah Hancur Lebur Membawa Hikmah

Yahya Sukamdani | Selasa, 20/10/2026
Kisah Pasukan Bergajah Abrahah Hancur Lebur Membawa Hikmah Ilustrasi Kisah Pasukan Gajah Takluk oleh Burung dari Langit (Foto: Alsahwah)

Terasmuslim.com - Peristiwa Pasukan Bergajah merupakan salah satu sejarah kelam keangkuhan manusia yang diabadikan secara abadi di dalam Al-Qur`an.

Raja Abrahah al-Ashram dari Yaman memimpin pasukan besar dengan niat jahat untuk meruntuhkan Baitullah Ka`bah di Makkah.

Iri hati terhadap ramai peziarah Ka`bah mendorong Abrahah membangun gereja megah bernama Al-Qullais agar orang-orang berpaling dari Makkah.

Ketika niat buruk tersebut tidak membuahkan hasil, Abrahah memutuskan bergerak menyerang Makkah membawa gajah-gajah tempur yang sangat dahsyat.

Pemimpin Makkah saat itu, Abdul Muthallib, memilih pasrah dan menyerahkan perlindungan Ka`bah sepenuhnya kepada Pemilik Tempat Suci tersebut.

Allah Subhanahu wa Ta`ala berfirman mendokumentasikan peristiwa ini dalam Surah Al-Fil ayat 1: “Tidakkah engkau (Nabi Muhammad) memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap pasukan bergajah?”

Rencana makar dan kelicikan Abrahah beserta bala tentaranya dihancurkan oleh Allah hingga sia-sia tanpa sisa.

Firman-Nya dalam Surah Al-Fil ayat 2 menyatakan: “Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka itu sia-sia?”

Allah kemudian mengutus tentara langit berupa kawanan burung yang terbang berbondong-bondong memenuhi angkasa Makkah.

Keterangan ini diabadikan dalam Surah Al-Fil ayat 3: “Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong (Ababil).”

Setiap burung membawa batu-batu panas berasal dari tanah liat yang terbakar dari neraka untuk dilemparkan ke arah tentara gajah.

Surah Al-Fil ayat 4 menegaskan hal tersebut: “Yang melempari mereka dengan batu dari tanah liat yang dibakar.”

Pasukan tempur yang terhebat pada zamannya itu seketika hancur dan lumat seperti daun-daun yang dimakan ulat.

Sebagaimana penutup Surah Al-Fil ayat 5 memungkasi: “Sehingga Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).”

Peristiwa dahsyat pada Tahun Gajah ini sekaligus menjadi penanda kemuliaan serta pembuka kelahiran Rasulullah Muhammad Shallallahu `Alaihi Wasallam.