• KISAH

Sa`ad bin Abi Waqqash, Keteguhan Iman dan Bakti Ibu

Yahya Sukamdani | Rabu, 21/10/2026
Sa`ad bin Abi Waqqash, Keteguhan Iman dan Bakti Ibu Ilustrasi sahabat Nabi SAW

Terasmuslim.com - Kisah Sa`ad bin Abi Waqqash Ra merupakan cermin nyata dari keteguhan akidah yang tidak tergoyahkan oleh tekanan keluarga sekalipun.

Sebagai salah satu dari sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga, Sa’ad memeluk Islam pada usia yang sangat muda dengan keyakinan yang mantap.

Ujian terberat dalam keislamannya datang dari ibu kandungnya sendiri yang sangat dicintainya, Hamnah binti Sufyan.

Sang ibu melakukan aksi mogok makan dan minum hingga kritis agar Sa`ad bersedia meninggalkan agama yang dibawakan oleh Rasulullah SAW.

Di tengah dilema antara kasih sayang kepada ibu dan ketaatan kepada Sang Pencipta, Allah SWT menurunkan petunjuk mulia dalam Surah Luqman ayat 15:

"Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu menuruti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik." (QS. Luqman: 15)

Ayat ini memberikan batas yang sangat tegas bahwa ketaatan kepada makhluk tidak boleh mengalahkan ketaatan kepada Allah SWT.

Dengan penuh kelembutan namun tegas, Sa`ad menyampaikan kepada ibunya bahwa iman di dadanya tidak akan pernah bisa ditukar dengan apa pun.

Sikap bijak dan tegas tersebut akhirnya melunakkan hati sang ibu yang kemudian menghentikan aksi mogok makannya.

Selain keteguhan imannya, Sa`ad juga dikenal sebagai pahlawan Islam yang doa-doanya senantiasa dikabulkan oleh Allah SWT.

Keutamaan doa Sa`ad tersebut terekam dalam sebuah hadis sahih riwayat Tirmidzi, di mana Rasulullah SAW mendoakannya secara khusus:

"Ya Allah, tepatkanlah lemparan panahnya dan kabulkanlah doanya." (HR. Tirmidzi no. 3751)

Sa`ad juga mencatatkan sejarah sebagai orang pertama yang melepaskan anak panah di jalan Allah demi membela kesucian Islam.

Keteladanan Sa`ad bin Abi Waqqash mengajarkan umat tentang pentingnya menjaga prinsip akidah tanpa harus berbuat zalim kepada orang tua.

Di era modern yang penuh kompromi moral ini, kisah Sa`ad menjadi inspirasi berharga dalam mempertahankan integritas keimanan.

Meneladani Sa`ad berarti siap mengutamakan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya di atas segala bentuk ikatan duniawi.

Semoga keteguhan iman dan kelembutan sikap Sang Pemanah Islam ini senantiasa menerangi langkah perjuangan hidup kita.