Ilustrasi - berbagai amalan sederhana yang bisa dilakukan sebelum memulai hari dalam hadis dan Al-Qur`an (Foto: Pexels/Thridman)
Jakarta, Terasmuslim.com - Memulai hari dengan amalan baik dapat menjadi cara sederhana bagi seorang Muslim untuk menumbuhkan rasa syukur, menjaga ketenangan hati, dan menjalani aktivitas dengan niat yang benar.
Amalan tersebut tidak harus selalu berupa ibadah yang panjang, tetapi bisa dimulai dari kebiasaan ringan yang diajarkan dalam Islam.
Salah satu amalan yang dianjurkan adalah membaca doa ketika bangun tidur. Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk mengingat Allah setelah kembali terbangun dari tidur.
Doa yang dapat dibaca adalah sebagai berikut:
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ
Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya tempat kembali.”
Doa tersebut diriwayatkan dalam Sahih al-Bukhari. Membacanya menjadi bentuk syukur karena Allah SWT masih memberikan kesempatan untuk menjalani kehidupan dan memperbaiki diri.
Setelah bangun tidur, seorang Muslim juga dapat membiasakan diri membersihkan diri dan berwudu sebelum melaksanakan salat Subuh.
Menunaikan salat Subuh tepat waktu merupakan salah satu bentuk ketaatan yang penting untuk mengawali aktivitas sehari-hari.
Selain itu, membaca Al-Qur’an pada pagi hari dapat menjadi kebiasaan baik yang dijaga secara konsisten.
Tidak harus membaca dalam jumlah banyak, seseorang dapat memulainya dengan beberapa ayat, kemudian berusaha memahami maknanya. Kebiasaan ini membantu menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.
Amalan berikutnya adalah berzikir dan memohon kebaikan kepada Allah SWT. Zikir sederhana seperti membaca istigfar, tasbih, tahmid, dan takbir dapat dilakukan sesuai kemampuan.
Seorang Muslim juga bisa berdoa agar diberikan kesehatan, kemudahan dalam bekerja, serta perlindungan dari perbuatan buruk sepanjang hari.
Islam juga mengajarkan pentingnya menjaga niat sebelum melakukan aktivitas. Bekerja, belajar, mencari nafkah, dan membantu keluarga dapat bernilai ibadah apabila dilakukan dengan cara yang baik serta diniatkan untuk memperoleh rida Allah SWT.
Memulai hari dengan sikap positif juga dapat diwujudkan melalui perbuatan sederhana, seperti menyapa keluarga dengan ramah, berkata jujur, membantu orang lain, dan menghindari perkataan yang menyakiti.
Kebaikan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat membawa manfaat bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Isra ayat 82:
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ
Artinya: “Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.”
Ayat tersebut menjelaskan kedudukan Al-Qur’an sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang beriman. Membiasakan diri berinteraksi dengan Al-Qur’an dapat menjadi salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Berbagai amalan tersebut tidak harus dilakukan sekaligus dalam jumlah banyak. Seseorang dapat memulainya dari doa bangun tidur, salat tepat waktu, membaca Al-Qur’an, hingga membiasakan perilaku baik kepada orang lain. Hal yang terpenting adalah melakukannya dengan ikhlas dan berusaha menjaga konsistensi.
Dengan membangun kebiasaan baik sejak pagi, seorang Muslim diharapkan dapat menjalani aktivitas dengan lebih terarah, bersyukur atas kesempatan hidup, serta menjadikan setiap kegiatan sebagai peluang untuk melakukan kebaikan.