• KEISLAMAN

Keutamaan Membaca Ratib Al-Haddad

Vaza Diva Fadhillah Akbar | Jum'at, 23/10/2026
Keutamaan Membaca Ratib Al-Haddad Ilustrasi - ini keutamaan membaca Ratib Al-Haddad (Foto: AI)

Jakarta, Terasmuslim.com - Ratib Al-Haddad merupakan rangkaian zikir dan doa yang banyak diamalkan umat Islam, khususnya di kalangan masyarakat yang mengikuti tradisi keilmuan ulama Hadramaut.

Amalan ini berisi ayat-ayat Al-Qur’an, kalimat zikir, selawat, serta doa untuk mengingat Allah SWT dan memohon pertolongan-Nya.

Ratib Al-Haddad disusun oleh ulama asal Hadramaut, Yaman, yakni Imam Abdullah bin Alawi Al-Haddad. Ratib ini mulai dikenal luas dan diamalkan secara rutin, baik secara individu maupun berjamaah, termasuk setelah salat Magrib atau Isya.

Salah satu keutamaan mengamalkan Ratib Al-Haddad adalah membiasakan diri untuk berzikir. Kandungan bacaannya mengajak umat Islam senantiasa mengingat Allah SWT, memuji kebesaran-Nya, dan memohon ampun atas kesalahan yang dilakukan.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Ahzab ayat 41:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allah, dengan mengingat (nama-Nya) sebanyak-banyaknya.”

Ayat tersebut menjadi pengingat bagi umat Islam agar memperbanyak zikir dalam kehidupan sehari-hari.

Membaca Ratib Al-Haddad dapat menjadi salah satu cara membangun kebiasaan tersebut, selama dilakukan dengan niat beribadah dan memahami makna bacaannya.

Ratib Al-Haddad juga dapat menjadi sarana bagi seorang Muslim untuk menenangkan hati melalui zikir dan doa.

Ketika menghadapi kesibukan atau persoalan hidup, meluangkan waktu untuk mengingat Allah dapat membantu seseorang kembali merenungkan tujuan hidup dan memperkuat harapan kepada-Nya.

Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam Surah Ar-Ra`d ayat 28:

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Artinya: “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”

Susunan Ratib Al-Haddad memuat doa dan zikir yang menjadi sarana untuk memohon perlindungan serta pertolongan Allah SWT.

Dalam tradisi pengamalannya, ratib ini juga dipanjatkan dengan harapan memperoleh keselamatan dan dijauhkan dari berbagai keburukan.

Namun, permohonan tersebut tetap harus disertai keyakinan bahwa pertolongan datang dari Allah SWT. Ratib Al-Haddad bukan jimat ataupun jaminan bahwa seseorang pasti terhindar dari seluruh masalah.

Pengamalnya tetap perlu berikhtiar, menjalankan kewajiban agama, dan menghadapi persoalan dengan cara yang benar.

Membaca Ratib Al-Haddad secara rutin juga dapat membantu seseorang membangun kebiasaan menyediakan waktu untuk beribadah.

Amalan yang dilakukan dengan konsisten dapat menjadi pengingat agar kehidupan sehari-hari tidak hanya dipenuhi urusan duniawi, tetapi juga diimbangi dengan upaya mendekatkan diri kepada Allah.

Ratib ini dapat dibaca sendiri maupun bersama-sama sesuai kebiasaan dan bimbingan guru agama.

Bagi yang baru mempelajarinya, membaca teks Arab beserta panduan pelafalan dan terjemahannya dapat membantu memahami kandungan zikir tersebut.

Meski demikian, keutamaan umum zikir perlu dibedakan dari klaim pahala atau manfaat khusus yang memerlukan dalil tersendiri.

Tidak tepat memastikan bahwa membaca Ratib Al-Haddad dalam jumlah atau waktu tertentu pasti mendatangkan kekayaan, menyelesaikan seluruh persoalan, atau menjamin keselamatan tanpa dasar yang jelas.