Ilustrasi foto peristiwa Fathu Makkah
Terasmuslim.com - Fathu Makkah atau pembebasan Kota Makkah merupakan salah satu puncak kejayaan terbesar dalam sejarah peradaban Islam.
Peristiwa bersejarah ini terjadi pada bulan Ramadan tahun kedelapan Hijriah akibat pelanggaran Perjanjian Hudaibiyah oleh pihak Quraisy.
Rasulullah SAW memimpin sebanyak 10.000 pasukan Muslimin bergerak menuju Makkah untuk menegakkan keadilan.
Meskipun membawa kekuatan militer yang sangat besar, Rasulullah SAW memerintahkan seluruh pasukan untuk tidak memulai pertempuran.
Pasukan Islam memasuki Kota Makkah dengan penuh ketundukan dan rasa syukur tanpa ada kesombongan sedikit pun.
Kota Makkah berhasil dikuasai secara damai hampir tanpa pertumpahan darah maupun pengrusakan fasilitas warga.
Langkah pertama yang dilakukan Rasulullah SAW adalah membersihkan Ka`bah dari ratusan berhala yang mengelilinginya.
Sambil menghancurkan berhala-berhala tersebut, Rasulullah SAW menegaskan kebenaran Islam sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Isra ayat 81:
"Dan katakanlah: `Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap.` Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap." (QS. Al-Isra: 81)
Penduduk Makkah yang dahulu memusuhi dan menyiksa kaum Muslimin berkumpul dengan rasa cemas menunggu hukuman.
Namun, Rasulullah SAW menunjukkan akhlak mulia dengan memberikan pengampunan massal kepada seluruh warga Makkah.
Rasulullah SAW bersabda menegaskan pemaafan tersebut sebagaimana diabadikan dalam riwayat Al-Baihaqi:
"Aku sampaikan kepada kalian sebagaimana perkataan Yusuf kepada saudara-saudaranya: `Tidak ada cercaan bagi kalian pada hari ini.` Pergilah kalian, karena kalian semua bebas!" (HR. Al-Baihaqi).
Kemenangan agung dan masuknya manusia secara berbondong-bondong ke dalam agama Allah diabadikan dalam Surah An-Nasr ayat 1-3:
"Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima tobat." (QS. An-Nasr: 1-3)
Sikap pemaaf dan kasih sayang Rasulullah SAW membuat hati warga Makkah tersentuh hingga mereka memeluk Islam secara sukarela.
Peristiwa Fathu Makkah membuktikan bahwa kemenangan sejati dibangun di atas pondasi kasih sayang, kedamaian, dan keluhuran akhlak.
Kisah agung ini menjadi teladan abadi bagi umat Islam untuk selalu mengedepankan pemaafan dibandingkan rasa dendam.