• KISAH

Kisah Nabi Ibrahim Menghadapi Kaum Penyembah Berhala

Yahya Sukamdani | Minggu, 25/10/2026
Kisah Nabi Ibrahim Menghadapi Kaum Penyembah Berhala Ilustrasi - Nabi Ibrahim yang diperintahkan oleh Allah SWT untuk menyembelih anaknya (Foto: Ist)

Terasmuslim.com - Nabi Ibrahim `Alaihissalam merupakan salah satu rasul ulul azmi yang menjadi teladan utama dalam keteguhan akidah tauhid.

Beliau dilahirkan dan dibesarkan di tengah-tengah masyarakat yang tenggelam dalam penyembahan berhala serta patung kayu dan batu.

Bahkan ayah beliau sendiri, Azar, merupakan seorang pembuat dan pembuat patung sesembahan kaumnya.

Meskipun hidup dalam lingkungan musyrik, Allah Subhanahu wa Ta`ala telah mengurniakan kecerdasan serta petunjuk ruhaniah sejak beliau masih muda.

Keberanian Nabi Ibrahim dalam mempertanyakan tradisi menyembah berhala tercatat dalam Al-Qur`an Surah Al-Anbiya` ayat 52.

Beliau dengan tegas dan penuh hikmah mengajak ayahnya serta masyarakat untuk meninggalkan penyembahan kepada selain Allah.

Namun, dakwah santun dan berlandaskan logika kebenaran tersebut justru mendapat penolakan keras serta ancaman dari kaumnya.

Melihat kerasnya hati masyarakat, Nabi Ibrahim memutuskan untuk memberi pelajaran nyata tentang kerapuhan dan kelemahan berhala-berhala tersebut.

Ketika kaumnya pergi menghadiri perayaan, beliau menghancurkan patung-patung sesembahan tersebut dan menyisakan satu patung yang paling besar.

Kisah keberanian Nabi Ibrahim merobohkan patung-patung ini diabadikan oleh Allah dalam Surah Al-Anbiya` ayat 58.

Tindakan berani tersebut memicu kemarahan besar Raja Namrud dan seluruh pengikutnya hingga mereka memutuskan untuk membakar beliau hidup-hidup.

Dengan penuh ketawakalan dan keimanan yang kokoh kepada Allah, Nabi Ibrahim pasrah menghadapi kobaran api yang sangat dahsyat.

Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam menyebutkan dalam sebuah hadis bahwa perkataan terakhir Nabi Ibrahim ketika dilemparkan ke dalam api adalah "Hasbunallah wa ni`mal wakil".

Allah Ta`ala kemudian menyelamatkan Nabi Ibrahim dengan memerintahkan api menjadi dingin dan memberikan keselamatan sebagaimana termaktub dalam Surah Al-Anbiya` ayat 69.

Peristiwa agung ini membuktikan bahawa keteguhan iman dan ketakwaan akan senantiasa mendapat pertolongan serta perlindungan dari Allah SWT.