Ilustrasi - berdoa (Foto: Pexels/Thridman)
Jakarta, Terasmuslim.com - Menyisihkan sebagian penghasilan untuk ditabung merupakan kebiasaan baik dalam mengelola keuangan.
Dalam Islam, menyimpan uang diperbolehkan selama harta tersebut diperoleh melalui cara yang halal, digunakan untuk kebutuhan yang baik, serta tidak melalaikan kewajiban kepada Allah SWT maupun sesama manusia.
Selain berusaha mengelola keuangan dengan bijak, seorang Muslim juga dianjurkan berdoa agar harta yang dimiliki menjadi rezeki yang berkah dan memberikan manfaat. Doa tersebut menjadi bentuk rasa syukur sekaligus permohonan agar Allah SWT memberikan kebaikan melalui harta yang dititipkan kepada manusia.
Perlu diketahui, tidak ada doa khusus dari Rasulullah SAW yang secara spesifik ditetapkan untuk dibaca ketika menyimpan uang agar tabungan bertambah. Namun, terdapat sejumlah doa dalam Al-Qur’an dan sunah yang dapat diamalkan untuk memohon kebaikan rezeki.
Salah satu doa yang dapat diamalkan adalah doa memohon kebaikan dunia dan akhirat dalam Surah Al-Baqarah ayat 201. Doa ini mencakup permohonan agar Allah SWT memberikan kehidupan yang baik sekaligus keselamatan di akhirat.
Berikut bacaannya:
Rabbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanah, wa fil-aakhirati hasanah, wa qinaa `adzaaban-naar.
"Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari azab neraka." (QS. Al-Baqarah: 201).
Doa tersebut dapat dibaca ketika seseorang memohon keberkahan dalam berbagai urusan kehidupan, termasuk dalam mengelola penghasilan dan harta yang dimiliki.
Selain itu, umat Islam dapat mengamalkan doa Nabi Musa AS yang terdapat dalam Surah Al-Qasas ayat 24. Doa ini dibaca ketika Nabi Musa berada dalam keadaan membutuhkan pertolongan dan kebaikan dari Allah SWT.
Rabbi innii limaa anzalta ilayya min khairin faqiir.
"Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan suatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku." (QS. Al-Qasas: 24).
Kandungan doa tersebut mengajarkan seorang hamba untuk menyadari bahwa segala kebaikan berasal dari Allah SWT. Doa ini dapat diamalkan untuk memohon kelapangan rezeki, kemudahan urusan, dan berbagai kebaikan dalam kehidupan.
Rasulullah SAW juga mengajarkan doa untuk memohon ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang diterima. Doa ini diriwayatkan dari Ummu Salamah RA dalam hadis Ibnu Majah.
Allahumma innii as`aluka `ilman naafi`an, wa rizqan thayyiban, wa `amalan mutaqabbalaa.
"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang diterima." (HR. Ibnu Majah).
Doa ini relevan diamalkan ketika seseorang mengharapkan penghasilan yang halal dan membawa manfaat. Rezeki yang baik bukan hanya dilihat dari jumlah uang yang dimiliki, tetapi juga dari cara memperolehnya dan bagaimana harta tersebut digunakan.
Selain berdoa, keberkahan harta perlu diupayakan melalui perilaku yang sesuai dengan ajaran Islam. Salah satunya adalah memastikan penghasilan berasal dari sumber yang halal dan tidak diperoleh melalui penipuan, riba, maupun praktik yang merugikan orang lain.
Seorang Muslim juga dianjurkan mengelola uang secara bijak, memenuhi kebutuhan keluarga, serta tidak menghamburkan harta untuk hal yang tidak bermanfaat. Menabung dapat menjadi bentuk perencanaan keuangan agar seseorang lebih siap menghadapi kebutuhan pada masa mendatang.
Apabila harta simpanan telah memenuhi ketentuan nisab dan haul, pemiliknya juga perlu memperhatikan kewajiban zakat sesuai ketentuan fikih. Dengan begitu, harta tidak hanya dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi, tetapi juga memberikan manfaat kepada orang yang berhak menerimanya.