Ilustrasi foto berdoa menyesali dosa
Terasmuslim.com - Kehidupan modern sering kali membuat sebagian umat Islam tidak menyadari bahaya dosa-dosa besar di sekitar mereka.
Banyak perbuatan maksiat yang tergolong dosa besar kini justru dianggap sebagai hal lumrah dalam pergaulan sehari-hari.
Salah satu dosa besar yang sering diremehkan adalah ghibah atau membicarakan keburukan orang lain tanpa sepengetahuannya.
Perbuatan ghibah kini makin marak dilakukan, baik melalui obrolan langsung maupun unggahan di media sosial.
Selain ghibah, perbuatan adu domba atau namimah juga kerap dianggap sepele padahal merusak ukhuwah Islamiyah.
Perilaku riya atau memamerkan amalan demi pujian manusia juga menjadi dosa besar yang terselubung dalam hati.
Dosa besar lainnya yang makin dianggap biasa adalah memakan harta haram, seperti hasil riba dan korupsi.
Banyak orang meremehkan transaksi riba hanya demi mengejar keuntungan duniawi yang sifatnya sementara semata.
Allah Subhanahu wa Ta`ala telah melarang keras perbuatan ghibah melalui firman-Nya dalam Surah Al-Hujurat ayat dua belas.
Dalam ayat tersebut, Allah mengibaratkan orang yang menggunjing seperti mengonsumsi daging saudaranya sendiri yang telah mati.
Mengenai dosa riba, Allah juga memberikan peringatan tegas dalam Al-Qur`an Surah Al-Baqarah ayat dua ratus tujuh puluh lima.
Allah menegaskan bahwa Dia telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan segala bentuk transaksi riba secara mutlak.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam juga mengingatkan bahaya meremehkan dosa melalui hadis shahih yang diriwayatkan para sahabat.
Beliau bersabda untuk menjauhi dosa-dosa yang dianggap sepele karena dosa tersebut dapat menumpuk dan membinasakan pelakunya.
Menjauhi segala bentuk dosa besar merupakan kewajiban setiap Muslim demi menjaga kemurnian iman dan ketakwaan.
Mari kita senantiasa memohon ampunan serta perlindungan kepada Allah dari segala kemaksiatan yang merusak pahala.