Ilustrasi foto menasehati teman
Terasmuslim.com - Seringkali timbul keraguan di dalam hati seseorang untuk menyampaikan nasihat kebaikan karena merasa diri sendiri masih penuh dengan dosa.
Padahal, menyampaikan kebenaran dan saling menasihati merupakan salah satu pilar penting yang mendasari tegaknya tatanan masyarakat Islam.
Allah SWT menegaskan dalam Surah Al-Asr ayat 3 bahwa orang yang beruntung adalah mereka yang saling berpesan dalam kebenaran dan kesabaran.
Kewajiban berdakwah dan mengingatkan sesama Muslim tidak gugur hanya karena seseorang masih melakukan kesalahan atau maksiat.
Seorang ulama salaf pernah menasihati bahwa jika seseorang harus menunggu sempurna untuk berdakwah, maka tidak akan ada satupun penasihat di muka bumi ini.
Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadis riwayat Tirmidzi agar umat Islam senantiasa beramar makruf nahi mungkar dalam setiap keadaan.
Menasihati teman sejatinya bukan berarti kita menganggap diri lebih suci, bentuk kepedulian agar sama-sama selamat dari murka Allah SWT.
Allah SWT melarang sikap saling mendiamkan dalam kemungkaran sebagaimana diingatkan dalam Surah Al-Ma`idah ayat 78 mengenai celaan bagi kaum yang tidak saling mencegah kemungkaran.
Meskipun demikian, proses menasihati harus dilakukan dengan cara yang santun, penuh hikmah, dan tidak bersifat menggurui atau menghakimi.
Nasihat yang disampaikan secara lemah lembut akan lebih mudah diterima oleh hati sanubari teman yang sedang khilaf.
Di sisi lain, seorang penasihat juga harus senantiasa mengoreksi diri sendiri agar apa yang diucapkan sejalan dengan amal perbuatannya.
Allah SWT memberikan peringatan keras dalam Surah Al-Saff ayat 2 dan 3 tentang kebencian-Nya kepada orang yang mengatakan sesuatu tetapi tidak mengamalkannya.
Oleh karena itu, usaha memperbaiki diri dan usaha mengajak orang lain kepada kebaikan harus berjalan beriringan secara seimbang.
Jangan pernah ragu untuk menegur kesalahan teman selama dilandasi niat yang tulus karena Allah SWT demi mencari rida-Nya.
Semoga Allah SWT senantiasa membimbing lisan kita untuk selalu menuturkan kebaikan serta menguatkan langkah kita dalam ketaatan.