Ilustrasi - doa yang dapat dibaca orang tua sebagai bentuk permohonan perlindungan kepada Allah SWT (Foto: AI)
Jakarta, Terasmuslim.com - Setiap orang tua tentu menginginkan anaknya tumbuh menjadi pribadi yang baik, memiliki akhlak mulia, serta terhindar dari perbuatan yang dilarang agama.
Dalam Islam, salah satu ikhtiar yang dapat dilakukan orang tua adalah memanjatkan doa agar anak senantiasa mendapat perlindungan Allah SWT dari godaan setan dan berbagai keburukan.
Bisikan setan dapat mendorong manusia melakukan perbuatan buruk, menjauh dari kebaikan, hingga melalaikan kewajiban agama.
Karena itu, orang tua dianjurkan membiasakan anak mengenal doa, mengajarkan nilai-nilai agama, serta menciptakan lingkungan keluarga yang mendukung tumbuh kembang akhlaknya.
Ada sejumlah doa yang dapat dibaca orang tua sebagai bentuk permohonan perlindungan kepada Allah SWT. Salah satunya terdapat dalam Al-Qur`an Surah Al-Mu’minun ayat 97–98.
Doa Memohon Perlindungan dari Bisikan Setan
Dalam Surah Al-Mu’minun ayat 97–98, Allah SWT mengajarkan doa agar manusia berlindung dari godaan setan. Doa ini dapat dibaca orang tua sambil memohon agar anak-anaknya dijauhkan dari bisikan dan pengaruh buruk.
Rabbi a‘uudzu bika min hamazaatisy-syayaathiin. Wa a‘uudzu bika rabbi ay yahdhuruun.
Artinya: "Ya Tuhanku, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan. Dan aku berlindung kepada Engkau, ya Tuhanku, agar mereka tidak mendekatiku."
Doa tersebut merupakan permohonan perlindungan dari godaan setan. Orang tua dapat membacanya ketika berdoa untuk anak, dengan niat memohon agar Allah senantiasa menjaga keluarga dari pengaruh buruk.
Doa agar Anak Menjadi Pribadi yang Salih dan Salihah
Selain memohon perlindungan dari setan, orang tua juga dapat membaca doa yang terdapat dalam Surah Al-Furqan ayat 74. Ayat ini berisi permohonan agar pasangan dan keturunan menjadi penyejuk hati serta termasuk orang-orang yang bertakwa.
Rabbanaa hab lanaa min azwaajinaa wa dzurriyyaatinaa qurrata a‘yunin waj‘alnaa lil-muttaqiina imaamaa.
Artinya: "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan sebagai penyejuk hati, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa."
Doa ini mengajarkan bahwa orang tua tidak hanya memohon agar anak terhindar dari keburukan, tetapi juga berharap keturunannya tumbuh dalam kebaikan dan ketakwaan.
Doa Perlindungan untuk Anak yang Dicontohkan Nabi
Dalam hadis riwayat Bukhari, Nabi Muhammad SAW pernah memohonkan perlindungan untuk Hasan dan Husain. Doa tersebut juga dapat dibaca orang tua ketika memohon perlindungan bagi anak-anaknya.
U‘iidzukumaa bi kalimaatillaahit-taammati min kulli syaithaanin wa haammah, wa min kulli ‘ainin laammah.
Artinya: "Aku memohonkan perlindungan untuk kalian berdua dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari setiap setan, binatang berbisa, dan dari setiap pandangan mata yang membawa keburukan."
Dalam riwayat tersebut, Nabi Muhammad SAW memohonkan perlindungan bagi kedua cucunya. Doa ini menjadi salah satu contoh bagaimana orang tua dapat membiasakan diri mendoakan keselamatan anak.
Pentingnya Doa dan Pendidikan Agama dalam Keluarga
Membaca doa merupakan salah satu bentuk ikhtiar spiritual orang tua dalam menjaga anak. Namun, upaya tersebut perlu disertai pendidikan agama dan pembiasaan perilaku baik sejak dini.
Orang tua dapat mengajarkan anak membaca basmalah, berdoa sebelum tidur, menjaga salat, serta mengenalkan bacaan Al-Qur`an sesuai usia dan kemampuannya.
Anak juga perlu dibimbing untuk memahami perbedaan antara perilaku baik dan buruk melalui contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, komunikasi yang terbuka di dalam keluarga membantu anak merasa aman ketika menghadapi masalah atau pengaruh negatif dari lingkungan sekitarnya.
Orang tua sebaiknya tidak hanya memberikan nasihat, tetapi juga menjadi teladan dalam bersikap dan menjalankan ajaran agama.
Dengan membiasakan doa dan memberikan pendidikan yang baik, orang tua berharap anak tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berakhlak mulia, serta mampu menjaga diri dari berbagai pengaruh buruk.
Perlindungan sejati tetap berada dalam kehendak Allah SWT, sehingga doa perlu disertai usaha dan tanggung jawab dalam mendidik anak.