• KEISLAMAN

Doa agar Menantu dan Mertua Saling Menghormati

Vaza Diva Fadhillah Akbar | Selasa, 03/11/2026
Doa agar Menantu dan Mertua Saling Menghormati Ilustrasi - berdoa (Foto: Masjid Pogung Dalangan)

Jakarta, Jurnas.com - Hubungan antara menantu dan mertua menjadi salah satu bagian penting dalam kehidupan keluarga.

Perbedaan kebiasaan, cara pandang, hingga pola komunikasi terkadang menimbulkan kesalahpahaman yang dapat memengaruhi keharmonisan rumah tangga.

Dalam Islam, setiap muslim dianjurkan menjaga hubungan baik dengan keluarga, termasuk mertua dan menantu.

Salah satu ikhtiar yang dapat dilakukan adalah memanjatkan doa kepada Allah SWT agar hubungan keluarga dipenuhi kasih sayang, rasa hormat, dan dijauhkan dari pertengkaran.

Tidak ada satu bacaan khusus dalam Al-Qur`an maupun hadis yang secara spesifik ditetapkan sebagai doa agar menantu dan mertua saling menghormati.

Namun, terdapat sejumlah doa yang maknanya berkaitan dengan keharmonisan keluarga, kelembutan hati, dan hubungan yang baik antarsesama.

Doa agar Keluarga Menjadi Penyejuk Hati

Salah satu doa yang dapat diamalkan terdapat dalam Al-Qur`an Surah Al-Furqan ayat 74. Ayat ini berisi permohonan agar Allah SWT menganugerahkan pasangan dan keturunan yang menjadi penyejuk hati.

Doa tersebut dapat dibaca oleh menantu maupun mertua sebagai bentuk harapan agar hubungan keluarga berjalan harmonis dan dipenuhi kebaikan.

Rabbanaa hab lanaa min azwaajinaa wa dzurriyyaatinaa qurrata a‘yunin waj‘alnaa lil-muttaqiina imaamaa.

Artinya: "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan sebagai penyejuk hati, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa." (QS. Al-Furqan: 74)

Melalui doa ini, seorang muslim memohon agar keluarganya menjadi sumber ketenteraman. Harapan tersebut juga dapat mencakup hubungan dengan keluarga besar, termasuk mertua dan menantu.

Doa Memohon Kelembutan Hati dan Kemudahan Berkomunikasi

Hubungan yang baik membutuhkan komunikasi yang sehat. Ketika terjadi perbedaan pendapat antara menantu dan mertua, setiap pihak perlu berusaha menjaga perkataan agar tidak melukai perasaan.

Salah satu doa yang dapat dibaca adalah doa Nabi Musa AS dalam Surah Taha ayat 25–28. Doa ini berisi permohonan agar Allah SWT melapangkan dada dan memudahkan urusan serta perkataan.

Rabbisyrah lii shadrii. Wa yassir lii amrii. Wahlul ‘uqdatan min lisaanii. Yafqahuu qaulii.

Artinya: "Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku agar mereka mengerti perkataanku." (QS. Taha: 25–28)

Meski doa ini bukan bacaan khusus untuk hubungan menantu dan mertua, kandungannya relevan ketika seseorang ingin berbicara dengan lebih tenang, jelas, dan bijaksana.

Doa agar Dijauhkan dari Permusuhan dan Kebencian

Islam juga mengajarkan umatnya untuk memohon agar hati dijauhkan dari kebencian terhadap sesama orang beriman. Hal ini tercantum dalam Surah Al-Hasyr ayat 10.

Rabbanaghfir lanaa wa li-ikhwaaninal-ladziina sabaquunaa bil-iimaan, wa laa taj‘al fii quluubinaa ghillal-lilladziina aamanuu, rabbanaa innaka ra’uufur-rahiim.

Artinya: "Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Hasyr: 10)

Doa tersebut mengajarkan pentingnya membersihkan hati dari rasa iri, dendam, dan kebencian. Nilai ini dapat diterapkan dalam hubungan keluarga agar perbedaan tidak berkembang menjadi permusuhan berkepanjangan.

Menjaga Rasa Hormat antara Menantu dan Mertua

Selain berdoa, keharmonisan hubungan menantu dan mertua perlu dibangun melalui sikap saling menghargai.

Menantu sebaiknya menjaga tutur kata dan menghormati orang tua pasangan, sedangkan mertua juga perlu menghargai kehidupan rumah tangga anak dan pasangannya.

Setiap pihak perlu memahami bahwa perbedaan kebiasaan bukan berarti harus berujung pada pertengkaran. Komunikasi terbuka, kesediaan mendengarkan, serta batasan yang sehat dalam kehidupan rumah tangga dapat membantu mencegah kesalahpahaman.

Dengan demikian, doa dapat menjadi bagian dari ikhtiar untuk memohon pertolongan Allah SWT dalam membangun keluarga yang harmonis.

Rasa hormat tidak cukup hanya diminta melalui doa, tetapi juga perlu diwujudkan melalui sikap, perkataan, dan tindakan sehari-hari.