Ilustrasi kerusakan alam karena manusia serakah
Terasmuslim.com - Aksi pembakaran hutan demi keuntungan sekejap merupakan tindakan zalim yang membawa dampak buruk bagi kelestarian bumi.
Islam melarang keras segala bentuk perusakan di atas bumi karena lingkungan adalah amanah mulia dari Allah SWT.
Allah SWT secara tegas berfirman dalam Surah Ar-Rum ayat 41 bahwa kerusakan di darat dan laut terjadi akibat perbuatan tangan manusia sendiri.
Kerusakan lingkungan akibat kebakaran hutan tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga mengancam keselamatan dan kesehatan masyarakat luas.
Para pelaku perusakan yang hanya mengejar materi sesungguhnya sedang berjalan menuju kebangkrutan yang nyata di dunia maupun di akhirat.
Allah SWT melarang perbuatan perusakan tersebut sebagaimana tercantum dalam Surah Al-A`raf ayat 56 agar manusia tidak berbuat kerusakan setelah bumi diperbaiki.
Dalam syariat Islam, kerugian akibat membakar hutan bukan sekadar hitungan finansial, melainkan beban dosa atas hak-hak makhluk yang terzalimi.
Rasulullah SAW mengingatkan dalam hadis riwayat Muslim tentang sosok orang yang muflis atau bangkrut pada hari kiamat kelak.
Orang yang bangkrut tersebut datang membawa pahala ibadah, namun pahalanya habis terbagi untuk membayar kezaliman yang pernah dilakukannya di dunia.
Membakar hutan berarti menzalimi jutaan manusia yang terpapar asap serta memusnahkan ribuan hewan dan tumbuh-tumbuhan tanpa hak.
Pahala kebaikan para perusak alam akan terus tergerus untuk menutupi penderitaan korban kezaliman mereka di akhirat kelak.
Rasulullah SAW bersabda dalam hadis riwayat Abu Dawud bahwa barang siapa yang menebang pohon bidara tanpa alasan hak, Allah akan menumpahkan kepalanya di neraka.
Hadis ini memperingatkan kita betapa tegasnya Islam memproteksi tumbuh-tumbuhan dan pepohonan dari aksi pengrusakan yang asal-asalan.
Mari kita jaga kelestarian hutan dan alam sekitar demi menjemput keberkahan hidup serta menghindari ancaman kebangkrutan hakiki.
Semoga Allah SWT membimbing kita untuk senantiasa menjadi hamba yang menjaga bumi dan menjauhi perilaku zalim terhadap alam.