• KEISLAMAN

Ini Tiga Keutamaan Sholat Taubat dalam Islam

Vaza Diva Fadhillah Akbar | Jum'at, 30/10/2026
Ini Tiga Keutamaan Sholat Taubat dalam Islam Ilustrasi - takbir saat sholat (Foto: tribunnews)

Jakarta, Terasmuslim.com - Setiap manusia tidak luput dari kesalahan dan dosa.

Dalam Islam, umat Muslim dianjurkan untuk segera bertobat dan memohon ampunan kepada Allah SWT ketika menyadari telah melakukan perbuatan yang dilarang.

Salah satu amalan yang dapat dilakukan adalah sholat taubat. Ibadah sunah ini dikerjakan sebagai bentuk penyesalan atas dosa yang telah dilakukan sekaligus ikhtiar untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Anjuran melaksanakan sholat taubat disebutkan dalam hadis riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi.

Rasulullah SAW bersabda bahwa seorang hamba yang melakukan dosa, kemudian bersuci, melaksanakan sholat dua rakaat, dan memohon ampun kepada Allah, niscaya Allah akan mengampuninya.

Selain menjadi sarana memohon ampunan, sholat taubat memiliki sejumlah keutamaan bagi seorang Muslim.

1. Menjadi Sarana Memohon Ampunan Allah SWT

Salah satu keutamaan sholat taubat adalah menjadi sarana bagi seorang Muslim untuk memohon ampunan atas kesalahan yang telah dilakukan.

Allah SWT berfirman dalam Surah Ali Imran ayat 135:

وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ

Artinya: “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, mereka segera mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya. Siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah?” (QS. Ali Imran: 135)

Ayat tersebut menjelaskan pentingnya segera mengingat Allah dan memohon ampun ketika melakukan kesalahan.

Sholat taubat dapat menjadi salah satu bentuk kesungguhan seorang hamba dalam mengakui dosa dan kembali kepada-Nya.

2. Membantu Seorang Muslim Menyadari Kesalahan

Keutamaan berikutnya adalah menjadi kesempatan untuk merenungkan perbuatan yang telah dilakukan.

Ketika melaksanakan sholat taubat, seorang Muslim diajak untuk menyadari kesalahan, menyesali perbuatannya, dan bertekad memperbaiki diri.

Allah SWT berfirman dalam Surah At-Tahrim ayat 8:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya.” (QS. At-Tahrim: 8)

Tobat nasuha bukan sekadar mengucapkan permohonan ampun, melainkan disertai penyesalan yang sungguh-sungguh dan tekad untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Jika dosa berkaitan dengan hak orang lain, seseorang juga perlu berusaha mengembalikan hak tersebut atau meminta maaf sesuai dengan keadaan.

3. Membuka Jalan untuk Memperbaiki Diri

Sholat taubat juga menjadi pengingat bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri selama masih hidup.

Islam tidak mengajarkan umatnya untuk berputus asa dari rahmat Allah SWT, sebesar apa pun dosa yang pernah dilakukan.

Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Az-Zumar ayat 53:

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Artinya: “Katakanlah, ‘Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap dirinya sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.’” (QS. Az-Zumar: 53)

Ayat tersebut memberikan harapan bagi orang yang ingin kembali ke jalan Allah SWT. Dengan bertobat dan memperbaiki perilaku, seorang Muslim dapat berusaha meninggalkan kebiasaan buruk serta menjalani kehidupan yang lebih baik.