Ilustrasi - bacaan doa sebelum tidur agar tidak ketindihan makhluk halus (Foto: AI)
Jakarta, Terasmuslim.com - Membaca doa sebelum tidur merupakan salah satu amalan yang dianjurkan dalam Islam.
Selain memohon perlindungan kepada Allah SWT, doa dan zikir sebelum tidur dapat membantu menenangkan hati sebelum beristirahat.
Bagi umat Islam yang khawatir mengalami ketindihan saat tidur, ada sejumlah amalan yang dapat dilakukan, seperti membaca doa sebelum tidur, Ayat Kursi, serta surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas.
Meski demikian, tidak ada doa yang secara khusus dijamin dapat mencegah ketindihan sepenuhnya. Amalan tersebut merupakan bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon perlindungan Allah SWT.
Salah satu doa sebelum tidur yang diriwayatkan dalam hadis sahih adalah sebagai berikut:
بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا
Bismika Allahumma amuutu wa ahyaa.
Artinya: “Dengan nama-Mu, ya Allah, aku mati dan aku hidup.” (HR Bukhari)
Doa ini diriwayatkan dalam hadis riwayat Bukhari. Membacanya sebelum tidur menjadi pengingat bagi seorang Muslim untuk menyerahkan diri kepada Allah SWT, baik saat beristirahat maupun ketika kembali terbangun.
Selain doa tersebut, umat Islam dianjurkan membaca Ayat Kursi, yakni Surah Al-Baqarah ayat 255, sebelum tidur.
Dalam hadis riwayat Bukhari, disebutkan bahwa orang yang membaca Ayat Kursi sebelum tidur akan mendapatkan penjagaan dari Allah dan setan tidak akan mendekatinya hingga pagi.
Amalan ini dapat menjadi bagian dari kebiasaan sebelum tidur untuk memohon perlindungan Allah SWT. Namun, keutamaannya tidak berarti seseorang pasti terbebas dari semua gangguan atau kondisi medis saat tidur.
Rasulullah SAW juga memiliki kebiasaan membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas sebelum tidur.
Berdasarkan hadis riwayat Bukhari dari Aisyah RA, beliau membaca ketiga surah tersebut, meniupkan napas ke kedua telapak tangan, lalu mengusapkannya ke bagian tubuh yang dapat dijangkau. Amalan itu dilakukan sebanyak tiga kali.
Ketiga surah tersebut dapat dibaca sebagai bentuk permohonan perlindungan kepada Allah SWT dari berbagai keburukan.
Ketindihan dikenal dalam dunia medis sebagai sleep paralysis, yaitu kondisi ketika seseorang merasa sadar, tetapi untuk sementara tidak mampu menggerakkan tubuh atau berbicara saat hendak tidur maupun ketika terbangun.
Kondisi ini terkadang disertai rasa takut atau sensasi seolah-olah ada sesuatu yang menekan tubuh.
Ketindihan tidak selalu berkaitan dengan gangguan gaib. Kondisi ini dapat terjadi akibat peralihan antara fase tidur dan terjaga. Kurang tidur, jadwal tidur yang tidak teratur, stres, serta tidur telentang dapat meningkatkan risikonya.
Karena itu, selain membaca doa dan zikir, penting untuk menjaga waktu tidur yang cukup, mempertahankan jadwal tidur teratur, dan mengelola stres. Jika ketindihan terjadi, usahakan tetap tenang dan coba gerakkan jari tangan atau kaki secara perlahan.
Apabila kondisi tersebut sering berulang, mengganggu kualitas tidur, atau disertai rasa kantuk berlebihan pada siang hari, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga medis.
Dengan membiasakan doa sebelum tidur, membaca ayat Al-Qur`an, dan menjaga pola istirahat, umat Islam dapat menjalani waktu tidur dengan lebih tenang sekaligus melakukan ikhtiar untuk menjaga kesehatan.