• KISAH

Kisah Teladan Mengelola Sedih dan Marah Nabi

Yahya Sukamdani | Rabu, 28/10/2026
Kisah Teladan Mengelola Sedih dan Marah Nabi Ilustrasi Nabi Muhammad

Terasmuslim.com - Rasulullah SAW dikenal memiliki ketahanan fisik dan psikis yang luar biasa dalam menghadapi berbagai ujian hidup.

Meskipun kerap diterpa cobaan berat, Nabi Muhammad SAW tidak pernah jatuh sakit akibat kesedihan maupun kemarahan.

Kunci utama stabilitas emosional beliau terletak pada keimanan yang kokoh dan kepasrahan total kepada Allah SWT.

Allah SWT memuji akhlak mulia dan ketenangan jiwa Nabi dalam Surah Al-Qalam ayat 4: "Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang agung."

Ketika menghadapi musibah besar, Nabi SAW senantiasa mengembalikan segala urusan kepada Sang Pencipta dengan penuh keikhlasan.

Allah SWT menegaskan prinsip tawakal ini dalam Surah At-Taubah ayat 51: "Katakanlah, tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami."

Sikap sabar yang indah atau sabr jamil menjadi perisai utama beliau dalam meredam setiap rasa sedih yang mendalam.

Hal ini merujuk pada teladan Nabi Yaqub AS yang diabadikan dalam Surah Yusuf ayat 18: "Maka kesabaran yang baik adalah kesabaranku."

Dalam hal mengelola amarah, Nabi Muhammad SAW mengajarkan umatnya untuk senantiasa menahan diri daripada menuruti hawa nafsu.

Rasulullah SAW bersabda dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim: "Bukanlah orang kuat itu yang menang gulat, tetapi orang kuat ialah yang menguasai dirinya ketika marah."

Beliau juga mencontohkan untuk segera memohon perlindungan kepada Allah SWT ketika emosi mulai terpancing.

Rasulullah SAW menganjurkan pembacaan taawudz sebagaimana diriwayatkan dalam hadis riwayat Bukhari saat seseorang dilanda amarah.

Mengubah posisi tubuh atau berwudhu juga menjadi solusi praktis yang diajarkan Nabi guna meredam panasnya api kemarahan.

Pola hidup yang seimbang antara ibadah, istirahat, dan zikir turut menjaga kesehatan jasmani maupun rohani beliau.

Meneladani kecerdasan emosional Rasulullah SAW akan menghindarkan seorang Muslim dari berbagai penyakit fisik yang bersumber dari stres dan amarah.