• KEISLAMAN

Atasi Stress dan Overthinking Menurut Ajaran Agama Islam

Yahya Sukamdani | Jum'at, 31/07/2026
Atasi Stress dan Overthinking Menurut Ajaran Agama Islam Ilustrasi kekhawatiran dalam beribadah

Terasmuslim.com - Tekanan hidup modern sering kali memicu timbulnya rasa cemas berlebihan dan pikiran kotor dalam diri manusia.

Fenomena overthinking dan stress menjadi ujian berat yang mengikis kedamaian jiwa serta ketenangan pikiran.

Islam memandang bahwa kegelisahan hati kerap bersumber dari beban pikiran yang terlalu mencemaskan hal yang belum terjadi.

Padahal, Allah SWT telah menegaskan bahwa setiap ujian manusia selalu diukur sesuai batas kemampuannya.

Sebagaimana firman Allah SWT, "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya." (QS. Al-Baqarah: 286).

Salah satu kunci utama untuk mengurai overthinking adalah dengan melatih kepasrahan total atau tawakal.

Manusia diwajibkan berusaha, namun hasil akhir sepenuhnya berada di bawah kendali Kekuasaan-Nya.

Allah SWT berfirman, "Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya." (QS. At-Talaq: 3).

Selain tawakal, membasahi lisan dengan zikir menjadi obat paling ampuh untuk menenangkan ketegangan syaraf dan pikiran.

Al-Qur`an mengingatkan bahwa ketenteraman sejati hanya bisa didapatkan ketika hamba mendekatkan diri kepada-Nya.

Allah SWT menegaskan, "(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah; ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra`d: 28).

Rasulullah SAW juga mengajarkan doa khusus agar kita terhindar dari cengkeraman rasa cemas dan kesedihan yang mendalam.

Beliau bersabda, "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa gelisah, sedih, lemah, dan rasa malas." (HR. Bukhari).

Memperbaiki kualitas shalat dan memperbanyak sujud menjadi media terbaik untuk meluapkan segala beban hidup.

Dengan mengembalikan seluruh urusan kepada Sang Pencipta, jiwa yang lelah akan kembali menemukan kedamaian yang hakiki.