Ilustrasi anak dan orang tua
Terasmuslim.com - Keutuhan dan keharmonisan rumah tangga tidak hanya menjadi tanggung jawab suami dan istri, tetapi juga memerlukan peran aktif dari anak.
Anak memiliki kedudukan istimewa dalam Islam sebagai perhiasan sekaligus ujian bagi kedua orang tuanya, sebagaimana termaktub dalam Surah Al-Kahf ayat 46.
Dalam dinamika keluarga, kehadiran anak hendaknya menjadi penyejuk hati dan perekat ikatan pernikahan orang tua.
Allah Subhanahu wa Ta`ala mengajarkan doa agar anak menjadi penenang jiwa bagi orang tuanya dalam Surah Al-Furqan ayat 74:
Rabbanā hab lanā min azwājinā wa żurriyyātinā qurrata a`yun.
(Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati).
Bentuk bakti (birrul walidain) seorang anak tidak hanya sebatas patuh, tetapi juga turut menciptakan kedamaian di dalam rumah.
Ketika terjadi perselisihan antara ayah dan ibu, anak yang bijak berupaya menjadi penengah yang adil tanpa memihak salah satu pihak secara zalim.
Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam menegaskan pentingnya mendamaikan pihak yang berselisih dalam hadits riwayat Abu Daud dan Tirmidzi:
"Maukah aku beritahukan kepada kalian tentang derajat yang lebih utama daripada shalat, puasa, dan sedekah? Yaitu mendamaikan perselisihan."
Anak senantiasa mendoakan kebaikan dan keutuhan pernikahan orang tuanya sebagai wujud kasih sayang yang tulus.
Perilaku santun dan tutur kata yang lembut dari anak dapat meredam emosi serta ketegangan yang dialami orang tua.
Islam melarang keras anak berkata kasar atau membentak orang tua, sebagaimana ditegaskan dalam Surah Al-Isra ayat 23:
Fa lā taqul lahumā uffiw wa lā tan-har-humā wa qul lahumā qaulan karīmā.
(Maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah engkau membentak keduanya).
Keberhasilan anak dalam menjaga akhlak mulia di rumah menjadi salah satu faktor penentu kebahagiaan rumah tangga orang tua.
Anak yang berbakti juga selalu berusaha tidak menambah beban pikiran maupun finansial yang dapat memicu konflik orang tua.
Nabi shallallahu `alaihi wasallam mengingatkan bahwa ridha Allah bergantung pada ridha kedua orang tua, sebagaimana diriwayatkan oleh Tirmidzi.
Dengan menjalankan peran tersebut, anak turut membentengi rumah tangga orang tua dari kehancuran dan mendatangkan keberkahan Allah Subhanahu wa Ta`ala.