Ilustrasi foto jalan dunia dan surga
Terasmuslim.com - Kisah mengenai manusia terakhir yang melangkah masuk ke dalam surga menjadi gambaran nyata betapa luasnya kasih sayang Allah SWT.
Proses keluarnya hamba tersebut dari neraka digambarkan secara amat detail dan mengagumkan dalam literatur hadits sahih.
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa orang ini keluar dari neraka dengan merangkak setelah selesai menjalani sanksi atas dosa-dosanya.
Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya aku tahu orang yang paling terakhir keluar dari neraka dan paling terakhir masuk surga.”
Ketika baru terbebas dari kobaran api neraka, hamba tersebut merasa sangat bersyukur walaupun kondisinya masih amat memprihatinkan.
Allah SWT kemudian memerintahkan hamba-Nya tersebut untuk melangkah masuk dan mengambil bagian tempatnya di dalam surga.
Karena merasa surga sudah sangat penuh, hamba tersebut sempat ragu dan menyangka tidak ada lagi tempat tersisa untuknya.
Allah SWT lalu menganugerahkan balasan luar biasa berupa kenikmatan setara kerajaan sepuluh kali lipat luas dunia.
Limpahan rahmat ini menjadi bukti konkret janji Allah SWT kepada para hamba yang masih memiliki pilar keimanan di hatinya.
Allah SWT menegaskan prinsip keadilan dan kasih sayang ini dalam Surah An-Nisa ayat 40 yang berbunyi, “Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah.”
Pertolongan akhir bagi hamba yang memiliki tauhid ini juga merupakan wujud nyata dari syafaat yang diizinkan oleh Allah SWT.
Kisah agung ini memberikan pelajaran mendalam bagi umat Islam agar senantiasa menjaga keimanan hingga akhir hayat.
Harapan terhadap keagungan rahmat Allah SWT hendaknya senantiasa diimbangi dengan rasa takut akan perjumpaan dengan siksa-Nya.
Surah Al-A`raf ayat 56 mengingatkan, “Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.”
Mengetahui betapa indahnya kenikmatan surga seharusnya semakin memacu semangat kita untuk memperbanyak amal saleh selama hidup di dunia.