Ilustrasi perkampungan muslim
Terasmuslim.com - Islam datang untuk mengikis seluruh tradisi buruk era jahiliyah dan menggantikannya dengan tatanan akhlak yang mulia.
Secara bahasa, jahiliyah mengacu pada kebodohan spiritual dan penyimpangan perilaku yang jauh dari bimbingan wahyu Ilahi.
Salah satu perangai jahiliyah yang paling menonjol adalah fanatisme kelompok atau kesukuan yang berlebihan tanpa mempedulikan kebenaran.
Allah SWT mengingatkan bahaya sikap ini dalam Surah Al-Fath ayat 26 tentang kesombongan yang bertengger di hati orang-orang kafir.
Dalam ayat tersebut, Allah SWT berfirman: "Ketika orang-orang yang kafir menanamkan dalam hati mereka kesombongan (yaitu) kesombongan jahiliyah..."
Selain fanatisme, tabiat buruk lainnya adalah kebiasaan membanggakan keturunan dan merendahkan martabat sesama manusia.
Rasulullah SAW mengecam keras perilaku ini dalam hadis riwayat Muslim: "Empat hal yang ada pada umatku yang termasuk perkara jahiliyah yang belum mereka tinggalkan: membanggakan kedudukan, mencela keturunan, meminta hujan dengan bintang-bintang, dan meratapi mayat."
Meratapi kematian secara berlebihan atau nihayah juga menjadi kebiasaan kelam yang merusak kepasrahan kepada takdir Allah.
Tradisi jahiliyah lainnya yang sangat dilarang adalah sikap tabarruj, yaitu memamerkan aurat dan perhiasan secara berlebihan di depan umum.
Larangan tabarruj ini ditegaskan secara eksplisit oleh Allah SWT dalam Surah Al-Ahzab ayat 33 kepada kaum wanita.
Prinsip keadilan Islam mengharuskan setiap muslim untuk meninggalkan seluruh bentuk norma kebodohan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Menjauhi karakter jahiliyah merupakan wujud nyata dari proses hijrah menuju ketaatan yang sempurna kepada Allah SWT.
Seorang muslim sejati senantiasa menjadikan nilai-nilai Al-Qur`an dan As-Sunnah sebagai panduan utama dalam bertindak.
Pembersihan jiwa dari perangai buruk ini akan melahirkan masyarakat yang harmonis, toleran, dan saling menghargai.
Semoga Allah SWT senantiasa membimbing kita agar terhindar dari pemikiran serta perilaku jahiliyah di era modern ini.