Ilustrasi foto ajaran Islam dan logika manusia
Terasmuslim.com - Kalimat syahadat merupakan pondasi utama dan kunci masuknya seorang hamba ke dalam agama Islam.
Sama halnya dengan wudhu atau shalat, ikatan syahadat juga bisa terbatalkan akibat iktikad, ucapan, atau perbuatan tertentu.
Memahami perkara pembatal syahadat sangat penting agar setiap Muslim dapat membentengi akidahnya dari kemurtadan.
Pembatal syahadat yang paling utama adalah berbuat syirik atau menyekutukan Allah SWT dalam beribadah.
Allah SWT secara tegas memperingatkan bahaya syirik dalam Al-Qur`an Surah Az-Zumar ayat 65.
Ayat tersebut menegaskan bahwa jika seseorang berbuat syirik, maka sungguh akan hapuslah seluruh amal perbuatannya.
Pembatal berikutnya adalah menjadikan perantara antara dirinya dengan Allah untuk memohon doa serta syafaat secara mandiri.
Selain itu, tidak mengkafirkan orang-orang musyrik atau meragukan kekafiran mereka juga termasuk hal yang merusak akidah.
Meyakini adanya hukum atau petunjuk yang lebih sempurna daripada hukum yang dibawa Rasulullah SAW juga membatalkan syahadat.
Membenci sebagian dari ajaran yang dibawa oleh Rasulullah SAW, meskipun ia mengamalkannya, dapat menggugurkan keislaman seseorang.
Al-Qur`an mengingatkan hal ini secara jelas dalam Surah Muhammad ayat 9 tentang akibat membenci wahyu Allah.
Menghina atau memperolok-olok agama Islam, ayat-ayat Al-Qur`an, maupun Rasulullah SAW juga merupakan bentuk kekufuran yang nyata.
Allah SWT menegaskan peringatan tersebut dalam Surah At-Taubah ayat 65 sampai 66 bagi orang yang mengolok-olok agama.
Rasulullah SAW mengingatkan pentingnya menjaga lisan dalam hadits riwayat Bukhari tentang ucapan yang dimurkai Allah tanpa disadari.
Semoga Allah SWT senantiasa meneguhkan hati kita di atas keimanan dan memelihara syahadat kita hingga akhir hayat.