• KEISLAMAN

Bacaan Doa untuk Memohon Ampunan Sebelum Tidur

Vaza Diva Fadhillah Akbar | Kamis, 17/09/2026
Bacaan Doa untuk Memohon Ampunan Sebelum Tidur Ilustrasi - berdoa sebelum tidur (Foto: AI)

Jakarta, Terasmuslim.com - Sebelum mengakhiri aktivitas dan beristirahat pada malam hari, umat Islam dianjurkan mengingat Allah SWT dengan membaca doa dan dzikir.

Salah satunya adalah memohon ampun atas kesalahan yang telah dilakukan sepanjang hari.

Memohon ampun sebelum tidur menjadi bentuk introspeksi diri sekaligus pengakuan bahwa manusia tidak luput dari kesalahan.

Rasulullah SAW juga mengajarkan sejumlah doa yang dibaca ketika hendak tidur, termasuk doa yang berisi permohonan perlindungan dan ampunan.

Salah satu bacaan yang dapat diamalkan adalah:

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ

Astaghfirullahalladzi la ilaha illa huwal hayyul qayyumu wa atubu ilaih.

Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah, tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi Yang Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya.”

Bacaan tersebut tercantum dalam hadis Abu Dawud 1517 sebagai istighfar yang diajarkan Rasulullah SAW. Hadis tersebut menyebutkan keutamaan memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya.

Selain istighfar, terdapat doa yang secara khusus diriwayatkan dibaca Rasulullah SAW ketika hendak tidur:

اللَّهُمَّ قِنِي عَذَابَكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ

Allahumma qini ‘adzabaka yauma tab’atsu ‘ibadak.

Artinya: “Ya Allah, lindungilah aku dari azab-Mu pada hari ketika Engkau membangkitkan hamba-hamba-Mu.”

Dalam riwayat Hafshah r.a., Rasulullah SAW membaca doa tersebut ketika hendak tidur. Riwayat ini tercantum dalam Sunan Abi Dawud 5045.

Doa tersebut memang tidak secara langsung berbunyi permohonan ampun, tetapi berisi permohonan perlindungan dari azab Allah pada hari kebangkitan. Karena itu, seorang Muslim juga dapat melengkapinya dengan istighfar dan doa taubat sebelum tidur.

Malam hari dapat menjadi kesempatan bagi seseorang untuk mengevaluasi perbuatannya sepanjang hari. Kesalahan dalam ucapan maupun tindakan dapat diakui di hadapan Allah SWT dengan memperbanyak istighfar dan memperbarui niat untuk memperbaiki diri.

Memohon ampun juga tidak harus menunggu waktu tertentu. Istighfar dapat dilakukan kapan saja, termasuk menjelang tidur. Dalam hadis lain, Rasulullah SAW menyebut sepertiga malam terakhir sebagai waktu ketika seorang hamba dapat memohon ampun kepada Allah SWT.

Dengan demikian, sebelum tidur seorang Muslim dapat membiasakan diri membaca istighfar, doa perlindungan, serta doa-doa lain yang bersumber dari ajaran Rasulullah SAW.

Kebiasaan tersebut dapat menjadi penutup aktivitas harian sekaligus pengingat untuk selalu kembali kepada Allah SWT.

Yang terpenting bukan hanya mengucapkan istighfar, tetapi juga disertai kesadaran untuk meninggalkan kesalahan dan berusaha memperbaiki diri pada hari berikutnya.