Ilustrasi foto menanti syafaat Rasulullah
Terasmuslim.com - Harapan meraih syafaat di hari kiamat merupakan salah satu kerinduan terbesar setiap Muslim yang beriman.
Namun, masih ada pemahaman di masyarakat yang keliru dalam memposisikan syarat dan pemilik hakikat syafaat tersebut.
Syafaat mutlak pada hari kiamat adalah milik Allah SWT semata dan hanya diberikan atas izin-Nya.
Allah SWT menegaskan prinsip utama ini dalam Surah Al-Baqarah ayat 255 (Ayat Kursi) tentang kekuasaan-Nya.
Ayat tersebut menyatakan bahwa tidak ada seorang pun yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin dari-Nya.
Rasulullah SAW adalah manusia utama yang diberikan keutamaan oleh Allah untuk memberikan syafaat `uzhma kelak.
Dalam hadits riwayat Bukhari, Rasulullah SAW menegaskan bahwa syafaat beliau diperuntukkan bagi umatnya yang tidak menyukutukan Allah.
Adapun kiai, ustadz, atau orang-orang saleh memang dapat menjadi perantara doa dan kebaikan selama di dunia.
Bahkan orang saleh kelak dapat memberi syafaat atas izin Allah, namun hal itu bukanlah kekuasaan mandiri yang mereka miliki.
Al-Qur`an mengingatkan dalam Surah Yunus ayat 18 agar manusia tidak menyembah atau bergantung pada selain Allah.
Menyandarkan harapan keselamatan semata-mata pada tradisi atau sosok tokoh agama tanpa amal shalih adalah pemahaman yang keliru.
Rasulullah SAW sendiri pernah mengingatkan putri beliau, Fatimah RA., untuk tetap beramal karena beliau tidak bisa menolong tanpa izin Allah (HR. Bukhari).
Tradisi menghormati ulama harus tetap berada dalam koridor tauhid tanpa mengultuskan mereka secara berlebihan.
Syarat utama untuk mendapatkan syafaat di akhirat adalah memurnikan tauhid dan mendoakan serta bershalawat kepada Rasulullah SAW.
Mari kita gantungkan harapan keselamatan hanya kepada Allah SWT sambil terus meneladani sunnah Nabi Muhammad SAW.