Ilustrasi - jangan terlalu dekat dengan penguasa, ini pesan dari Nabi Muhammad SAW (Foto: Pexels/Necati Ömer Karpuzoğlu)
Jakarta, Terasmuslim.com - Rasulullah SAW mengingatkan umat Islam agar berhati-hati dalam mendekati penguasa dan orang-orang yang berada di sekitarnya.
Kedekatan dengan kekuasaan disebut dapat menjadi ujian bagi seseorang, terutama ketika kepentingan dunia membuatnya mengabaikan nilai-nilai agama.
Dalam sebuah riwayat yang dicantumkan dalam Bihar al-Anwar, Rasulullah SAW bersabda:
إِيَّاكُمْ وَ أَبْوَابَ السُّلْطَانِ وَ حَوَاشِيَهَا فَإِنَّ أَقْرَبَكُمْ مِنْ أَبْوَابَ السُّلْطَانِ وَ حَوَاشِيهَا أَبْعَدُكُمْ مِنَ اللَّهِ عَزَّ وَ جَلَّ وَ مَنْ آثَرَ السُّلْطَانَ عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَ جَلَّ أَذْهَبَ اللَّهُ عَنْهُ الْوَرَعَ وَ جَعَلَهُ حَيْرَانَ
Artinya: “Jauhilah pintu-pintu penguasa dan orang-orang di sekitarnya. Karena sedekat-dekat kalian ke pintu penguasa, sejauh itulah kalian dari Allah Azza wa Jalla. Dan barangsiapa mendahulukan penguasa daripada Allah, maka Allah akan hilangkan wara` darinya dan menjadikannya bingung.” (Bihar al-Anwar, Jilid 72, hlm. 372.)
Pesan tersebut bukan semata-mata tentang keberadaan seorang penguasa, melainkan peringatan agar seseorang tidak menjadikan kedekatan dengan kekuasaan sebagai alasan untuk mengorbankan prinsip agama.
Dalam riwayat yang sama, ukuran bahayanya terletak ketika seseorang lebih mengutamakan penguasa daripada ketaatan kepada Allah SWT.
Kata wara` dalam pesan tersebut berkaitan dengan sikap berhati-hati terhadap hal-hal yang dapat membawa seseorang kepada dosa. Ketika seseorang terlalu mengutamakan kepentingan kekuasaan, dikhawatirkan pertimbangan moral dan agamanya semakin lemah.
Karena itu, pesan Rasulullah SAW dapat menjadi pengingat agar seseorang tetap menjaga prinsip ketika berhadapan dengan kekuasaan.
Kedudukan, keuntungan, atau kedekatan dengan pejabat tidak seharusnya membuat seseorang mengesampingkan nilai kebenaran dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Pada akhirnya, riwayat tersebut mengajarkan pentingnya menjaga jarak dari pengaruh kekuasaan apabila kedekatan tersebut berpotensi membuat seseorang mengutamakan kepentingan dunia daripada Allah SWT.