• KEISLAMAN

Hikmah Rasa Lapar Sebagai Cara Allah Mengajarkan Nikmat

Yahya Sukamdani | Senin, 14/09/2026
Hikmah Rasa Lapar Sebagai Cara Allah Mengajarkan Nikmat Ilustrasi foto nikmat makan

Terasmuslim.com - Rasa lapar kerap kali dianggap sebagai kondisi yang tidak menyenangkan hingga memicu kekesalan bagi sebagian orang.

Namun jika direnungkan lebih dalam, rasa lapar sesungguhnya merupakan metode ilmiah Ilahi untuk mengajarkan hakikat sebuah nikmat.

Bayangkan jika perut manusia senantiasa kenyang, maka makanan lezat sekalipun tidak akan pernah terasa istimewa di lidah.

Justru saat perut berada dalam keadaan lapar, sesuap makanan yang sangat sederhana pun terasa begitu berharga dan nikmat.

Setelah dahaga dan rasa lapar sirna, seorang hamba baru bisa menyadari betapa besarnya rezeki yang telah Allah berikan.

Syariat Islam menegaskan bahwa kemampuan menghilangkan rasa lapar merupakan bentuk perlindungan dan kasih sayang Allah Ta`ala.

Pengingat mengenai nikmat pangan ini diabadikan secara indah dalam ayat-ayat Al-Qur`an agar manusia senantiasa bersyukur.

Allah Ta`ala berfirman: "Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan (pemilik) rumah ini (Ka`bah), yang telah memberi mereka makanan untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa takut." (QS. Quraisy [106]: 3–4).

Melalui ayat tersebut, Al-Qur`an mengajarkan bahwa mengeluh saat lapar adalah bentuk kelalaian atas nikmat pemenuhannya kelak.

Rasa lapar sejatinya hadir untuk melatih kepekaan empati sekaligus mempertajam rasa syukur saat makanan akhirnya dihidangkan.

Rasulullah SAW juga mengajarkan doa dan kepasrahan kepada Allah agar senantiasa terhindar dari bahaya kelaparan yang berkepanjangan.

Rasulullah SAW berdoa: "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kelaparan, karena ia adalah seburuk-buruk teman tidur." (HR. Abu Dawud dan Nasai).

Ketika rezeki makanan telah tersedia di depan mata, lisan seorang muslim sepatutnya langsung mengagungkan nama Allah dengan hamdalah.

Bisa merasakan lapar, mendapatkan rezeki makanan, serta menikmatinya dengan sehat merupakan paket nikmat yang tak ternilai harganya.

Mari kita jadikan setiap rasa lapar sebagai momentum untuk meningkatkan rasa syukur dan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta`ala.