• KEISLAMAN

Allah Tidak Akan Mengazab Hamba yang Beristighfar

Yahya Sukamdani | Jum'at, 18/09/2026
Allah Tidak Akan Mengazab Hamba yang Beristighfar Ilustrasi istighfar (FOTO: INSIDER)

Terasmuslim.com - Istighfar merupakan benteng pertahanan utama seorang muslim dari ancaman murka dan azab Allah SWT atas dosa-dosa.

Setiap manusia tidak pernah luput dari kesalahan, namun pintu ampunan selalu terbuka lebar bagi mereka yang mau memohonnya.

Allah SWT memberikan jaminan perlindungan mutlak bagi hamba-Nya yang senantiasa membasahi lidah dengan kalimat permohonan ampun.

Jaminan abadi ini tercantum secara eksplisit dalam Al-Qur`an Surah Al-Anfal ayat 33.

Dalam ayat tersebut, Allah SWT berfirman: "Dan Allah tidak akan mengazab mereka, sedang engkau (Muhammad) berada di antara mereka, dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka memohon ampun."

Ayat mulia ini mempertegas bahwa istighfar berfungsi sebagai penolak bala dan pemungkas siksa yang amat dahsyat.

Ketika seorang hamba menyadari kesalahannya lalu bertobat, kasih sayang Allah akan mendahului dan menghapuskan ancaman hukuman-Nya.

Rasulullah SAW juga menekankan betapa besarnya keutamaan dan keajaiban memohon ampunan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam hadis riwayat Abu Dawud, Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa yang membiasakan istighfar, Allah akan memberi jalan keluar dari setiap kesempitannya, kelapangan dari setiap kesusahannya, dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka."

Berdasarkan petunjuk hadis tersebut, istighfar tidak hanya membebaskan manusia dari sanksi akhirat, tetapi juga membuka keran keberkahan duniawi.

Rutinitas memohon ampunan mampu membersihkan noda hitam yang menempel pada hati akibat perbuatan maksiat yang kita lakukan.

Jiwa yang senantiasa beristighfar akan merasakan ketenangan batin karena merasa dekat dengan Sang Maha Pengasih.

Oleh karena itu, jangan pernah menunda untuk beristighfar dan memperbarui tobat di setiap saat serta keadaan.

Menjadikan istighfar sebagai gaya hidup adalah bukti nyata kesadaran hamba akan kelemahan dirinya di hadapan Allah SWT.

Semoga Allah SWT senantiasa menjaga kita dalam golongan orang-orang yang gemar beristighfar dan terhindar dari azab-Nya.