• KEISLAMAN

Apakah Semua Hewan Masuk Surga? Begini Penjelasan Menurut Al-Qur`an

Vaza Diva Fadhillah Akbar | Minggu, 26/07/2026
Apakah Semua Hewan Masuk Surga? Begini Penjelasan Menurut Al-Qur`an Ilustrasi - ini penjelasan apakah hewan nanti akan masuk surga atau tidak (Foto: AI)

Jakarta, Terasmuslim.com - Pertanyaan mengenai apakah semua hewan akan masuk surga kerap muncul di kalangan umat Islam.

Hal ini tidak terlepas dari keyakinan bahwa setiap makhluk ciptaan Allah SWT memiliki peran dan ketetapan masing-masing, termasuk hewan yang hidup di dunia.

Lantas, apakah hewan akan memperoleh balasan berupa surga sebagaimana manusia yang beriman? Para ulama menjelaskan bahwa kedudukan hewan berbeda dengan manusia dan jin yang dibebani syariat (mukallaf).

Al-Qur`an menjelaskan bahwa seluruh makhluk, termasuk hewan, akan dikumpulkan pada Hari Kiamat. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-An`am ayat 38:

"Dan tidak ada seekor binatang pun yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan semuanya merupakan umat-umat seperti kamu. Tidak ada sesuatu pun yang Kami luputkan di dalam Kitab, kemudian kepada Tuhan mereka dikumpulkan."

Ayat ini menunjukkan bahwa hewan juga akan dihadapkan kepada Allah SWT. Namun, tujuan pengumpulan mereka berbeda dengan manusia yang akan dimintai pertanggungjawaban atas amal ibadah dan keimanannya.

Dalam sebuah hadis sahih riwayat Muslim, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa pada Hari Kiamat Allah akan menegakkan keadilan di antara seluruh makhluk.

Bahkan seekor kambing yang tidak bertanduk akan memperoleh haknya dari kambing bertanduk yang pernah menyeruduknya ketika di dunia.

Hadis tersebut menunjukkan bahwa hewan pun akan mendapatkan keadilan yang sempurna dari Allah SWT atas segala perlakuan yang mereka alami selama hidup.

Mayoritas ulama berpendapat bahwa hewan tidak masuk surga maupun neraka sebagaimana manusia dan jin. Setelah proses pengadilan dan seluruh hak di antara sesama hewan diselesaikan, Allah SWT berfirman kepada mereka, "Jadilah kamu tanah."

Pendapat ini didasarkan pada hadis Nabi Muhammad SAW yang menjelaskan bahwa setelah seluruh urusan di antara hewan selesai, mereka akan menjadi tanah.

Pada saat itulah orang-orang kafir berharap seandainya mereka juga menjadi tanah agar terhindar dari azab, sebagaimana disebutkan dalam Surah An-Naba ayat 40.

Dengan demikian, surga pada hakikatnya merupakan balasan bagi manusia dan jin yang beriman serta taat kepada Allah SWT, sedangkan hewan tidak memikul beban syariat sehingga tidak menerima balasan dalam bentuk surga atau siksa neraka.

Meski mayoritas hewan tidak menetap di surga sebagai balasan amal, beberapa riwayat menyebutkan adanya hewan-hewan yang memiliki kedudukan istimewa. Misalnya unta Nabi Saleh AS, anjing Ashabul Kahfi, atau burung dan hewan yang memiliki keterkaitan dengan para nabi.

Namun, keterangan mengenai hal tersebut sebagian berasal dari riwayat yang diperselisihkan tingkat kesahihannya. Karena itu, para ulama mengingatkan agar tidak memastikan sesuatu yang tidak memiliki dalil yang benar-benar kuat.

Pembahasan mengenai nasib hewan di akhirat mengajarkan bahwa Allah SWT adalah Dzat Yang Mahaadil. Tidak ada satu pun makhluk yang dizalimi, sekalipun seekor hewan.

Islam juga memerintahkan manusia untuk memperlakukan hewan dengan penuh kasih sayang. Rasulullah SAW mengajarkan agar tidak menyiksa hewan, memberi makan dan minum dengan layak, serta memperlakukannya secara baik karena semua itu akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT.