Ilustrasi lafadz Nabi Muhammad SAW
Terasmuslim.com - Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama di Gua Hira sebagai awal dimulainya penugasan risalah keislaman.
Peristiwa bersejarah turunnya wahyu pertama tersebut diabadikan secara eksplisit di dalam Surah Al-`Alaq ayat 1–5.
Fase dakwah secara sembunyi-sembunyi dimulai untuk membina para sahabat awal dalam mengokohkan fondasi keimanan.
Allah SWT kemudian memerintahkan dakwah secara terang-terangan sebagaimana tercantum dalam firman-Nya pada Surah Al-Hijr ayat 94.
Penolakan keras dan intimidasi fisik dari kaum kafir Quraysh tidak pernah melesukan semangat dakwah beliau.
Keteguhan hati Nabi Muhammad SAW dalam menghadapi ujian dakwah mendapat dorongan ketabahan melalui Surah Al-Ahqaf ayat 35.
Peristiwa Isra Mikraj menjadi penghibur sekaligus momentum penerimaan perintah shalat lima waktu bagi umat Islam.
Keagungan malam Isra Mikraj yang dialami Nabi Muhammad SAW dijelaskan secara gamblang dalam Surah Al-Isra` ayat 1.
Perintah hijrah ke Yatsrib menjadi titik balik sejarah dalam membangun peradaban masyarakat Islam yang solid.
Pertolongan Allah SWT saat hijrah menyertai Rasulullah SAW dan Abu Bakar Ash-Shiddiq sebagaimana tertuang pada Surah At-Taubah ayat 40.
Berbagai peperangan defensif seperti Badr dan Uhud berkecamuk demi mempertahankan eksistensi keimanan dan umat Islam.
Kemenangan nyata pada Perang Badr ditegaskan sebagai karunia Allah SWT dalam firman-Nya pada Surah Ali `Imran ayat 123.
Peristiwa Fathu Makkah menjadi puncak kejayaan Islam yang menandai runtuhnya kebathilan di tanah suci.
Kemenangan agung dan berbondong-bondongnya manusia masuk Islam diabadikan dalam firman Allah SWT pada Surah An-Nasr ayat 1–3.
Rasulullah SAW menegaskan dalam hadis riwayat Bukhari bahwa beliau diutus semata-mata untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak manusia.