• KISAH

Keteladanan Nabi Muhammad SAW Membalas Kejahatan Dengan Kebaikan

Yahya Sukamdani | Jum'at, 02/10/2026
Keteladanan Nabi Muhammad SAW Membalas Kejahatan Dengan Kebaikan Ilustrasi lafadz Nabi Muhammad SAW (Foto: Pexels/Necati Ömer Karpuzoğlu)

Terasmuslim.com - Nabi Muhammad SAW merupakan sosok teladan utama yang dianugerahi keluhuran akhlak tiada tanding dalam merespons penolakan dan perlakuan buruk.

Sepanjang perjalanan dakwahnya, beliau kerap kali menerima cacian, hinaan, hingga ancaman pembunuhan dari para penentang risalah Islam.

Namun, beliau tidak pernah memelihara rasa dendam atau membalas kejahatan dengan kejahatan yang serupa.

Prinsip mulia dalam merespons keburukan ini diabadikan dalam Surah Fussilat ayat 34: "Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan; tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia."


Peristiwa di Ta`if menjadi bukti nyata betapa luasnya samudera kesabaran dan kasih sayang yang dimiliki oleh Rasulullah SAW.

Meski dilempari batu hingga tubuhnya berdarah, beliau justru menolak tawaran Malaikat Jibril untuk menimpakan gunung kepada penduduk Ta`if.

Beliau malah memanjatkan doa kebaikan agar kelak lahir keturunan yang menyembah Allah SWT dari masyarakat Ta`if tersebut.

Keluhuran budi pekerti beliau juga terpancar saat peristiwa Fathu Makkah ketika beliau memaafkan seluruh kaum Quraisy yang dahulu memusuhinya.

Sifat pemaaf dan pengasih Rasulullah SAW diabadikan oleh Allah SWT dalam Surah Ali `Imran ayat 159: "Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka; sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu."

Aisyah radhiyallahu `anha juga menggambarkan kepribadian mulia Rasulullah SAW yang senantiasa memaafkan kezaliman pribadi.

Dalam sebuah hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Aisyah menegaskan: "Rasulullah SAW tidak pernah membalas kejahatan dengan kejahatan, melainkan beliau memaafkan dan mengampuni."

Keagungan akhlak ini menjadi magnet utama yang melunakkan hati para musuh hingga akhirnya memeluk Islam dengan sukarela.

Kisah beliau memberikan edukasi mendalam bahwa kemuliaan sejati terletak pada kemampuan memaafkan saat berada di posisi yang kuat.

Keteladanan Rasulullah SAW mengajarkan setiap muslim untuk senantiasa mengedepankan kesabaran, kelembutan, dan doa kebaikan dalam menghadapi setiap cobaan interaksi sosial.

Meneladani akhlak Rasulullah SAW adalah jalan terbaik untuk membangun peradaban yang penuh kedamaian dan kasih sayang.