• KEISLAMAN

Panggilan Manja Untuk Istri Dalam Pandangan Islam

Yahya Sukamdani | Jum'at, 06/11/2026
Panggilan Manja Untuk Istri Dalam Pandangan Islam Ilustrasi suami istri mengobrol di kamar

Terasmuslim.com - Memanggil pasangan dengan sebutan yang mesra merupakan salah satu bentuk komunikasi afeksi yang dianjurkan dalam membina rumah tangga harmonis.

Rasulullah SAW memberikan teladan mulia dengan memanggil istri beliau, Aisyah RA, menggunakan panggilan kesayangan seperti Humairah yang berarti wanita berona pipi kemerahan.

Panggilan penuh kasih ini terabadikan dalam riwayat hadis Ahmad tatkala beliau menyapa Aisyah RA dengan penuh kelembutan dan senyuman.

Islam menempatkan istri sebagai pakaian bagi suami sebagaimana ditegaskan dalam Surah Al-Baqarah ayat 187 yang melambangkan kedekatan dan perlindungan.

Kedekatan batin antara suami dan istri selayaknya dipelihara melalui tutur kata yang manis serta sapaan yang menghangatkan hati.

Rasulullah SAW bersabda dalam riwayat Tirmidzi bahwa orang mukmin paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya terhadap keluarganya.

Menggunakan panggilan manja yang baik dapat menumbuhkan rasa dicintai serta mempererat ikatan cinta kasih di antara kedua belah pihak.

Allah SWT berfirman dalam Surah Ar-Rum ayat 21 mengenai terciptanya ketenangan, rasa kasih, dan sayang di dalam ikatan pernikahan.

Kasih sayang dalam rumah tangga tidak cukup dirasakan dalam hati, melainkan harus diekspresikan melalui ucapan dan perlakuan yang menyenangkan.

Dalam sebuah riwayat Muslim, Rasulullah SAW juga kerap memanggil istri beliau dengan panggilan lembut yang mencerminkan kedekatan emosional.

Suami istri dianjurkan untuk saling menghias diri dan lisan agar suasana rumah senantiasa dipenuhi keberkahan dan kedamaian jiwa.

Sapaan mesra yang santun bernilai sebagai ibadah apabila diniatkan untuk membahagiakan pasangan dan menjaga keharmonisan keluarga sakinah.

Sebaliknya, panggilan yang kasar atau menyakiti perasaan dilarang keras karena bertentangan dengan prinsip akhlak mulia yang diajarkan Nabi SAW.

Membangun komunikasi yang romantis dan Islami menjadi kunci utama dalam merawat kelanggengan mahligai rumah tangga hingga ke surga.

Semoga setiap pasangan suami istri mampu meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam menebarkan cinta kasih melalui tutur kata yang mulia.