Ilustrasi Shalat Jenazah.
Terasmuslim.com - Kematian merupakan titik akhir dari kesempatan manusia untuk mengumpulkan bekal pahala di dunia yang fana.
Ketika raga terpisah dari nyawa, hilang sudah segala kesempatan untuk memperbaiki kesalahan yang pernah dilakukan.
Para ahli kubur memiliki satu angan-angan terbesar yaitu diberikan kesempatan hidup kembali meski hanya sekejap.
Keinginan utama sang mayat bukanlah menikmati kemewahan duniawi, melainkan untuk bersedekah dan beramal saleh.
Allah Subhanahu wa Ta`ala mengabadikan jeritan hati calon mayat ini dalam Surah Al-Munafiqun ayat 10.
Dalam ayat tersebut, manusia yang menghadapi ajalnya memohon penangguhan waktu agar bisa bersedekah dan menjadi orang saleh.
Selain sedekah, penghuni kubur juga sangat merindukan kesempatan untuk mendirikan shalat meski hanya dua rakaat.
Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam pernah bersabda tentang bernilainya dua rakaat shalat sunnah bagi seorang penghuni kubur.
Dalam hadits riwayat At-Tirmidzi, beliau menegaskan bahwa dua rakaat amat disukai mayat melebihi seluruh isi dunia.
Penyesalan mendalam juga dirasakan oleh orang-orang yang melalaikan perintah Allah dan mengabaikan peringatan-Nya.
Surah Al-Mu`minun ayat 99 dan 100 mengisahkan penyesalan mereka yang memohon dikembalikan ke dunia untuk berbuat baik.
Namun Allah menegaskan bahwa permohonan tersebut hanyalah kalimat yang tidak akan pernah dikabulkan lagi.
Pelajaran penting dari angan-angan mayat ini adalah mengimbau kita agar tidak menunda-nunda amal kebaikan saat masih sehat.
Mengingat kematian secara rutin akan melunakkan hati yang keras dan memacu diri untuk memperbanyak bekal akhirat.
Semoga Allah mengaruniakan kita hidayah untuk senantiasa memanfaatkan waktu hidup ini sebelum penyesalan itu tiba.