Ilustrasi hati sebagai pengingat
Terasmuslim.com - Kebaikan dan keburukan dalam diri manusia merupakan bagian dari sunnatullah dan dinamika ujian keimanan selama hidup di alam dunia.
Allah SWT telah menganugerahkan potensi fitrah awal yang cenderung pada kebenaran, sekaligus memberikan potensi kecenderungan pada hawa nafsu.
Hakikat penciptaan potensi kebaikan dan keburukan ini diabadikan secara eksplisit oleh Allah SWT dalam Al-Qur`an Surah Asy-Syams ayat 8.
Dalam ayat tersebut, Allah menegaskan bahwa Dia mengilhamkan kepada jiwa manusia jalan kejahatan (fujur) dan jalan ketakwaan (taqwa).
Kebaikan muncul tatkala seorang hamba mampu memupuk potensi takwa, menundukkan hawa nafsu, serta mengikuti bimbingan petunjuk risalah ilahi.
Sebaliknya, keburukan akan merebak ketika manusia menuruti bisikan hawa nafsu, godaan setan, serta mengabaikan batasan hukum-hukum Allah SWT.
Allah SWT memberikan kebebasan memilih kepada manusia untuk menentukan jalan hidupnya sebagaimana dijelaskan dalam Surah Al-Kahfi ayat 29.
Keberhasilan jiwa manusia sangat ditentukan oleh ikhtiarnya dalam menyucikan diri dari berbagai penyakit kejahatan dan maksiat.
Keberuntungan bagi orang yang menyucikan jiwanya serta kerugian bagi yang mengotorinya ditegaskan dalam Surah Asy-Syams ayat 9 dan 10.
Selain faktor internal jiwa, kebaikan dan keburukan juga dipengaruhi oleh bisikan setan yang tak henti-hentinya menggoda keturunan Nabi Adam AS.
Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa tempat muara munculnya kebaikan maupun keburukan tindakan berada pada kondisi segumpal daging atau hati.
Dalam hadis shahih riwayat Bukhari nomor 52, Nabi SAW bersabda bahwa jika hati itu baik maka baiklah seluruh tubuh, dan jika rusak maka rusaklah seluruhnya.
Pergaulan lingkungan sekitar dan pola asuh juga turut memegang peranan penting dalam mengarahkan munculnya dorongan kebaikan atau keburukan tersebut.
Dengan senantiasa memohon petunjuk dan memperbanyak zikir, seorang muslim dapat membentengi hatinya agar senantiasa cenderung pada amal kebajikan.
Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan taufik-Nya agar kita mampu menundukkan potensi keburukan dan memancarkan kebaikan dalam setiap langkah kehidupan.