Ilustrasi foto sedekah sembunyi-sembunyi
Terasmuslim.com - Ikhlas karena Allah SWT merupakan syarat utama diterimanya suatu amal ibadah dalam ajaran Islam.
Dalam sebuah riwayat shahih, menceritakan seorang pria saleh yang berniat kuat untuk bersedekah secara sembunyi-sembunyi.
Pada malam pertama, ia keluar membawa harta sedekahnya dan menyerahkannya kepada seseorang dalam kegelapan.
Betapa terkejutnya masyarakat di pagi hari saat mengetahui bahwa harta tersebut ternyata jatuh ke tangan seorang pencuri.
Pria itu tidak berkecil hati, melainkan bertahmid memuji Allah dan berniat meluruskan kembali sedekahnya pada malam berikutnya.
Pada malam kedua, ia kembali keluar memberikan sedekah, namun tanpa disadari harta itu justru diterima oleh seorang wanita pezina.
Kejadian tersebut kembali menjadi perbincangan hangat warga, namun ia tetap bersabar dan memuji Allah SWT atas takdir-Nya.
Tak menyerah, pada malam ketiga ia berniat lagi bersedekah hingga akhirnya harta tersebut diserahkan kepada seorang yang kaya raya.
Masyarakat kembali heran karena orang kaya justru menerima sedekah, membuat pria saleh itu pasrah dan terus memuji Allah.
Melalui mimpi, Allah SWT mengirimkan malaikat untuk menyampaikan kabar gembira bahwa seluruh sedekahnya telah diterima dengan sempurna.
Sedekah kepada pencuri diharapkan membuatnya sadar dan berhenti mencuri, sementara bagi pezina menjadi jalan untuk bertobat.
Sedangkan bagi orang kaya, peristiwa itu menjadi ikhtibar dan teuran agar ia mau menyisihkan sebagian hartanya untuk bersedekah.
Kisah sarat edukasi dan hikmah ini diriwayatkan secara shahih dalam HR. Bukhari dan Muslim dari sahabat Abu Hurairah RA.
Pentingnya keikhlasan niat dalam setiap amalan diyakini selaras dengan firman Allah SWT dalam Surah Al-Bayyinah ayat 5.
Allah SWT berfirman: "Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya..." (QS. Al-Bayyinah: 5).