• KEISLAMAN

Meneladani Kedermawanan Kaum Anshar dalam Berbagi di Tengah Keterbatasan

Yahya Sukamdani | Kamis, 23/07/2026
Meneladani Kedermawanan Kaum Anshar dalam Berbagi di Tengah Keterbatasan Ilustrasi berbagi makanan dengan tetangga

Terasmuslim.com - Kisah keteladanan kaum Anshar di Madinah selalu menjadi cermin abadi tentang indahnya ketulusan dalam berbagi kepada sesama.

Mereka sejatinya hanyalah masyarakat biasa yang juga berjuang di tengah keterbatasan ekonomi dan kesederhanaan hidup sehari-hari.

Namun, sempitnya kondisi finansial sama sekali tidak menyurutkan kelapangan hati mereka untuk menyambut dan menolong saudara sesama Muslim.

Ketika kaum Muhajirin datang tanpa membawa harta benda, kaum Anshar tanpa ragu membagi makanan, susu, hingga tempat tinggal mereka.

Pengorbanan luar biasa ini diabadikan secara indah oleh Allah SWT dalam Al-Qur`an sebagai bentuk pujian atas sifat itsar atau mengutamakan orang lain.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hasyr ayat 9, "Dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin) atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu)."

Ayat tersebut menegaskan bahwa kedermawanan sejati tidak diukur dari seberapa melimpahnya harta, melainkan dari besarnya kerelaan untuk berbagi.

Rasulullah SAW sangat mengagumi kedermawanan kaum Anshar dan mendoakan kebaikan yang berlimpah untuk mereka serta keturunannya.

Dalam hadist riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda, "Seandainya manusia menempuh suatu jalan dan kaum Anshar menempuh jalan yang lain, niscaya aku akan menempuh jalannya kaum Anshar."

Teladan ini mengajarkan kepada kita bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah alasan untuk mematikan rasa kepedulian sosial terhadap sesama.

Memberikan seteguk air atau sepiring makanan di saat kita sendiri sedang membutuhkan memiliki nilai pahala yang sangat mulia di sisi Allah SWT.

Nabi Muhammad SAW juga mengingatkan dalam hadist riwayat Bukhari bahwa bersedekah di saat sehat dan dalam kondisi sulit adalah sedekah yang paling utama.

Sifat kedermawanan kaum Anshar lahir dari keimanan yang kokoh dan keyakinan bahwa rezeki yang dibagikan tidak akan pernah berkurang.

Di era modern yang penuh dengan sifat individualistis ini, semangat persaudaraan dan keikhlasan kaum Anshar sangat relevan untuk kita hidupkan kembali.

Mari kita latih diri untuk selalu menyisihkan sebagian rezeki demi membantu sesama, sebagaimana kaum Anshar melapangkan hatinya untuk Muhajirin.