• KISAH

Nabi Adam AS, Awal Mula Manusia Belajar Taubat

Yahya Sukamdani | Jum'at, 02/10/2026
Nabi Adam AS, Awal Mula Manusia Belajar Taubat Kisah seorang pendosa yang taubat dan diabadikan dalam hadis Nabi Muhammad SAW (Foto: Ilustrasi AI)

Terasmuslim.com - Nabi Adam AS merupakan manusia pertama sekaligus nabi pertama yang diciptakan oleh Allah SWT untuk menjadi khalifah di bumi.

Kisah kehidupan Nabi Adam AS memberikan banyak ikhtibar, terutama mengenai hakikat penyucian diri melalui taubat.

Ketika berada di dalam surga, Allah SWT memberikan kenikmatan yang melimpah kepada Nabi Adam AS dan Ibunda Hawa.

Namun, Allah SWT melarang keras keduanya mendekati satu pohon tertentu sebagaimana firman-Nya dalam Surah Al-Baqarah ayat 35: "Dan Kami berfirman: `Wahai Adam, tinggallah engkau dan istrimu di dalam surga ini, dan makanlah makanan-makanan yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim`."

Setan kemudian memanfaatkan celah untuk membisikkan tipu daya agar keduanya melanggar perintah tersebut.

Akibat terbuai oleh godaan setan, Nabi Adam AS dan Hawa akhirnya mencicipi buah dari pohon yang dilarang tersebut.

Seketika itu juga terbukalah aurat keduanya, dan Allah SWT menegur kekhilafan yang telah mereka lakukan.

Berbeda dengan Iblis yang bersikap sombong dan membangkang saat bersalah, Nabi Adam AS memilih jalan kerendahan hati.

Nabi Adam AS segera menyadari kesalahannya dan tidak bergeming dalam kesesatan.

Allah SWT kemudian mengajarkan kalimat-kalimat permohonan ampun kepada Nabi Adam AS sebagaimana diabadikan dalam Surah Al-Baqarah ayat 37: "Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya, sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang."

Doa taubat yang diucapkan oleh Nabi Adam AS dan Hawa terabadikan dengan indah dalam Surah Al-A`raf ayat 23: "Keduanya berkata: `Ya Tuhan kami, kami telah zhalim kepada diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang rugi`."

Penyesalan yang mendalam ini menjadi fondasi utama dalam konsep taubat nasuha bagi seluruh keturunan Nabi Adam AS.

Rasulullah SAW juga menegaskan sifat dasar manusia dan pentingnya taubat dalam hadis riwayat Tirmidzi: "Setiap anak Adam pasti pernah berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah mereka yang bertaubat."

Melalui peristiwa ini, umat Islam diajarkan bahwa berbuat salah adalah tabiat manusia, namun bertaubat adalah kemuliaan.

Kisah Nabi Adam AS menjadi pengingat abadi bahwa pintu ampunan Allah SWT senantiasa terbuka lebar bagi hamba-Nya yang mau kembali dengan ikhlas.