• KEISLAMAN

Muslim Cerdas Digital, Gunakan Teknologi Tanpa Kehilangan Adab

Yahya Sukamdani | Rabu, 08/07/2026
Muslim Cerdas Digital, Gunakan Teknologi Tanpa Kehilangan Adab Ilustrasi foto diskusi kelompok

Terasmuslim.com - Dunia digital adalah ruang publik baru tempat setiap helai ucapan dan ketikan kita akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak.

Menjadi muslim yang cerdas secara digital berarti mampu menguasai teknologi terkini tanpa harus menggadaikan keluhuran akhlak Islami.

Prinsip utama etika Islam di ruang siber adalah kesadaran bahwa Allah SWT Maha Melihat segala aktivitas tersembunyi kita di balik layar.

Allah SWT menegaskan dalam Surah Al-Hujurat ayat 6 mengenai kewajiban melakukan tabayyun atau verifikasi sebelum menyebarkan suatu informasi.

Prinsip tabayyun digital ini menjadi benteng utama umat agar tidak terjebak dalam pusaran hoaks, fitnah, dan adu domba online.

Setiap ketikan jemari di kolom komentar harus mencerminkan kesantunan, bukan caci maki yang dapat merusak ukhuwah islamiyah.

Rasulullah SAW bersabda bahwa seorang muslim yang baik adalah yang membuat orang lain selamat dari lisan dan tangannya.

Di era internet, makna "tangan" dalam hadis tersebut menjelma menjadi ketikan, unggahan, dan tombol share yang kita tekan setiap hari.

Kita wajib menjauhi perilaku cyberbullying dan ghibah digital karena dosa menyebarkan aib orang lain sangat berat di sisi-Nya.

Etika digital juga menuntut kita untuk menghormati hak cipta dan karya orang lain dengan tidak melakukan plagiasi tanpa izin.

Memanfaatkan gawai untuk menyebarkan konten dakwah yang sejuk dan inspiratif adalah bentuk jihad digital yang sangat dianjurkan.

Imam Asy-Syafi`i pernah menasihati agar kita memikirkan dampak ucapan terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk menyampaikannya ke publik.

Gunakanlah kuota internet dan waktu online sebagai sarana investasi pahala jariyah, bukan justru menimbun dosa jariyah.

Menjaga pandangan dari konten yang diharamkan adalah ujian keimanan terbesar saat kita berselancar sendirian di dunia maya.

Mari kita jadikan teknologi sebagai pelayan iman yang mengantarkan kita menjadi pribadi mulia, baik di dunia nyata maupun dunia maya.