Ilustrasi foto jamaah komplain fasilitas tidak sesuai
Terasmuslim.com - Kasus penundaan keberangkatan jemaah umrah ke Tanah Suci masih menjadi persoalan pelik yang kerap mencederai impian ibadah kaum muslimin.
Secara teknis, akar masalah ini biasanya dipicu oleh kegagalan tata kelola tiket pesawat, visa yang tidak terbit, hingga masalah likuiditas keuangan travel.
Namun dalam kacamata syariat, menunda hak orang lain yang telah menunaikan kewajibannya merupakan sebuah bentuk kezaliman yang nyata.
Rasulullah SAW telah memberikan peringatan yang sangat tegas mengenai perilaku menunda-nunda penunaian hak orang lain dalam sebuah hadits shahih.
"Menunda-nunda (pembayaran utang atau penunaian hak) oleh orang yang mampu adalah sebuah kezaliman." (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadits ini menjadi tamparan keras bagi para pengelola travel agar tidak meremehkan kontrak kerja sama yang telah disepakati bersama jemaah.
Allah SWT juga memerintahkan dalam Al-Qur`an agar setiap orang beriman senantiasa memenuhi akad janji yang telah mereka buat.
"Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah janji-janji itu." (QS. Al-Ma`idah: 1).
Sebagai solusi awal, pihak travel yang mengalami kendala teknis wajib membuka ruang komunikasi yang jujur dan transparan kepada seluruh jemaah.
Pihak manajemen harus berani memaparkan kendala yang dihadapi secara terjadwal tanpa ada fakta yang ditutupi atau dimanipulasi.
Langkah mitigasi berikutnya adalah memberikan kepastian opsi penjadwalan ulang (reschedule) yang rasional atau pengembalian dana (refund) secara penuh.
Bagi jemaah yang terdampak, sikap sabar dan tabah dalam menghadapi ujian ini tentu akan bernilai pahala besar di sisi Allah SWT.
Meski demikian, jemaah tetap memiliki hak konstitusional dan syar`i untuk menuntut ganti rugi yang berkeadilan sesuai regulasi hukum yang berlaku.
Kementerian Agama sebagai regulator juga harus memperketat pengawasan dan menindak tegas biro perjalanan yang terbukti lalai serta tidak bertanggung jawab.
Sinergi yang kuat antara penegakan regulasi dan kesadaran moral berbasis iman menjadi kunci utama menyudahi drama penundaan ini.
Semoga industri travel umrah kita semakin profesional dan bersih dari praktik yang merugikan para tamu Allah SWT.