• UMRAH & HAJI

Panduan Islami Menghadapi Situasi Jemaah Tersesat di Masjidil Haram

Yahya Sukamdani | Kamis, 11/06/2026
Panduan Islami Menghadapi Situasi Jemaah Tersesat di Masjidil Haram Ilustrasi foto dilema saat ibadah umrah

Terasmuslim.com - Keindahan dan kemegahan Masjidil Haram yang sangat luas tidak jarang membuat sebagian jemaah, khususnya lansia, mengalami disorientasi arah dan tersesat.

Perubahan lanskap perluasan masjid serta padatnya jutaan manusia dari berbagai belahan dunia menjadi faktor utama pemicu terpisahnya jemaah dari rombongan.

Langkah pertama yang paling krusial bagi jemaah yang menyadari dirinya tersesat adalah mengendalikan rasa panik dan tetap berdiri di tempat yang aman.

Islam mengajarkan umatnya untuk selalu optimis dan meyakini bahwa di balik setiap kesulitan pasti ada jalan keluar yang telah Allah SWT siapkan.

"Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan." (QS. Al-Insyirah: 5-6).

Sembari menenangkan diri, jemaah dianjurkan memperbanyak zikir dan beristighfar memohon petunjuk serta perlindungan langsung dari sang pemilik Baitullah.

Bagi jemaah lain yang melihat ada sesama muslim kebingungan, syariat sangat menekankan kewajiban untuk mengulurkan tangan dan memberikan bantuan navigasi.

Rasulullah SAW menegaskan bahwa menolong sesama yang sedang mengalami kesulitan di dunia akan mendatangkan pertolongan Allah di hari kiamat kelak.

"Dan Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba tersebut mau menolong saudaranya." (HR. Muslim).

Membantu mengantarkan jemaah yang tersesat menuju pos petugas atau hotel tempatnya menginap merupakan salah satu bentuk amalan sosial yang sangat mulia.

Secara teknis, jemaah yang tersesat disarankan untuk segera mencari petugas resmi Indonesia yang memakai seragam khas dan tersebar di area masjid.

Memanfaatkan gelang identitas diri dan membawa kartu nama hotel yang selalu dikalungkan sejak dari penginapan akan sangat mempercepat proses evakuasi.

Jangan ragu untuk bertanya kepada petugas keamanan setempat (Askar) dengan menunjukkan gelang atau identitas maktab yang kita miliki.

Ketua rombongan juga memegang amanah besar untuk selalu mengecek jumlah anggota jemaahnya secara berkala, baik sebelum maupun sesudah melakukan ritual ibadah.

Sikap saling jaga, peduli, dan tidak mementingkan diri sendiri selama berada di tanah suci menjadi kunci utama keselamatan bersama.

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan perlindungan, kemudahan, dan kelancaran bagi seluruh jemaah dalam menunaikan rangkaian ibadah hingga kembali ke tanah air.