• KEISLAMAN

Amalan Utama Bulan Muharram Sesuai Sunnah Rasulullah SAW

Yahya Sukamdani | Kamis, 11/06/2026
Amalan Utama Bulan Muharram Sesuai Sunnah Rasulullah SAW Ilustrasi foto bulan Muharram

Terasmuslim.com - Bulan Muharram merupakan salah satu momentum emas dalam kalender Islam yang memiliki kedudukan sangat mulia di sisi Allah SWT.

Sebagai salah satu dari empat bulan haram atau bulan yang disucikan, umat Islam dilarang keras melakukan kemaksiatan dan sangat dianjurkan meningkatkan amal shalih.

Allah SWT secara eksplisit menegaskan kehormatan bulan-bulan haram ini di dalam ayat suci Al-Qur`an sebagai bagian dari ketetapan-Nya.

"Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram; itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya dirimu dalam bulan yang empat itu." (QS. At-Taubah: 36).

Amalan paling utama yang sangat ditekankan oleh Rasulullah SAW untuk menghidupkan bulan Muharram adalah memperbanyak ibadah puasa sunnah.

Dalam sebuah hadits shahih, beliau menyebutkan bahwa puasa di bulan Muharram adalah puasa yang paling afdhal setelah ibadah puasa di bulan Ramadhan.

"Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, Muharram." (HR. Muslim).

Secara khusus, terdapat satu hari yang sangat istimewa di dalam bulan ini, yaitu hari kesepuluh Muharram yang dikenal sebagai hari Asyura.

Rasulullah SAW mengabarkan bahwa melaksanakan ibadah puasa pada hari Asyura dapat menghapuskan dosa-dosa kecil setahun yang lalu.

Demi membedakan diri dengan tradisi kaum Yahudi, umat Islam juga disunnahkan untuk turut berpuasa pada hari kesembilan Muharram atau hari Tasu`a.

Niat puasa Tasu`a ini didasarkan pada keinginan kuat Rasulullah SAW di akhir hayat beliau untuk melaksanakannya pada tahun berikutnya.

Selain berpuasa, bulan Muharram juga menjadi momentum yang sangat tepat untuk memperbanyak amalan sedekah dan menyantuni anak-anak yatim.

Melapangkan nafkah dan memberikan kebahagiaan ekstra bagi keluarga di hari Asyura juga diyakini akan mendatangkan kelapangan rezeki sepanjang tahun.

Mengingat setiap dosa dan pahala akan dilipatgandakan di bulan haram ini, maka menjaga lisan serta hati dari penyakit hasad menjadi sebuah keharusan.

Semoga kita semua diberikan kekuatan oleh Allah SWT untuk konsisten mengamalkan seluruh sunnah ini demi meraih rida dan ampunan-Nya.