Ilustrasi gelisah (foto: Istock)
Terasmuslim.com - Perasaan gelisah dan cemas sering kali datang menyapa manusia di tengah himpitan persoalan hidup modern.
Islam mengajarkan bahwa salah satu penyebab utama kegelisahan hati adalah jarak yang renggang antara seorang hamba dengan Sang Pencipta.
Allah SWT menegaskan solusi utama untuk meraih ketenangan jiwa dalam Surah Ar-Ra`d ayat 28 yang menyatakan bahwa hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.
Melakukan zikir dan mengingat Allah secara rutin merupakan benteng spiritual yang paling ampuh untuk mengusir rasa cemas.
Selain itu, kemaksiatan dan dosa yang dilakukan manusia juga menjadi faktor penentu terpautnya rasa gelisah di dalam dada.
Rasulullah SAW menjelaskan hakikat dosa melalui hadis riwayat Muslim yang menyebutkan bahwa dosa adalah apa yang meragukan jiwamu dan engkau benci jika diketahui orang lain.
Langkah awal untuk membersihkan bintik hitam penyebab kegelisahan tersebut adalah dengan memperbanyak istigfar dan bertobat secara sungguh-sungguh.
Keutamaan istigfar ini selaras dengan janji Allah dalam Surah Nuh ayat 10-11 yang memerintahkan hamba-Nya memohon ampun agar diturunkan rahmat berlimpah.
Mendirikan shalat dengan khusyu juga menjadi sarana komunikasi langsung yang amat efektif dalam mengadu dan melepaskan beban hidup.
Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk menjadikan ibadah sebagai penolong sebagaimana firman-Nya dalam Surah Al-Baqarah ayat 45.
Ketika menghadapi takdir yang tidak sesuai harapan, memperkuat rasa ridha dan tawakal akan menghindarkan jiwa dari rasa putus asa.
Rasulullah SAW mengajarkan doa penenang hati dalam hadis riwayat Ahmad agar kita terhindar dari rasa duka, cemas, dan ketakutan.
Membaca serta meresapi makna ayat-ayat Al-Qur`an juga berfungsi sebagai obat syifa yang menyembuhkan berbagai penyakit dada.
Hal ini ditegaskan Allah SWT dalam Surah Yunus ayat 57 bahwa Al-Qur`an turun sebagai pelajaran dan penyembuh bagi penyakit dalam dada.
Dengan mendekatkan diri kepada Allah melalui zikir, shalat, dan Al-Qur`an, kedamaian jiwa yang hakiki pasti akan kembali merengkuh hati.