Ilustrasi - ini alasan Nabi Muhammad SAW tidak memperbolehkan makan hingga perut kenyang (Foto: Pexels/Necati Ömer Karpuzoğlu)
Jakarta, Terasmuslim.com - Islam mengajarkan umatnya untuk menjaga pola makan dan tidak berlebihan saat menikmati rezeki yang diberikan Allah SWT.
Sikap sederhana dalam makan tidak hanya baik bagi kesehatan, tetapi juga diyakini membawa dampak positif bagi kehidupan spiritual seorang Muslim.
Rasulullah SAW bersabda:
لَا تَشْبَعُوا فَتَطْفَأَ نُورُ الْمَعْرِفَةِ مِنْ قُلُوبِكُمْ
Artinya: "Jangan makan sampai kenyang, karena sesungguhnya cahaya makrifat akan padam dari hati kalian." (Bihar al-Anwar, Jilid 63, hlm. 331).
Hadis tersebut mengingatkan agar seorang Muslim tidak menjadikan makan sebagai ajang berlebihan. Menahan diri dari sikap berlebih-lebihan merupakan bagian dari pengendalian hawa nafsu yang dianjurkan dalam Islam.
Dengan menjaga pola makan secukupnya, seorang Muslim diharapkan lebih mudah menjaga kejernihan hati, meningkatkan rasa syukur, dan lebih fokus dalam beribadah kepada Allah SWT.
Karena itu, Islam menganjurkan sikap sederhana dalam menikmati nikmat makanan serta menghindari perilaku berlebihan yang dapat membawa dampak buruk bagi jasmani maupun rohani.