• KEISLAMAN

Sholat Istisqo: Tata Cara, Niat, dan Bacaannya

Vaza Diva Fadhillah Akbar | Senin, 21/09/2026
Sholat Istisqo: Tata Cara, Niat, dan Bacaannya Ilustrasi - Sholat Istisqo (Foto: bincangsyariah)

Jakarta, Terasmuslim.com - Sholat Istisqo merupakan sholat sunnah yang dikerjakan sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT agar menurunkan hujan, terutama ketika terjadi kemarau panjang dan persediaan air mulai berkurang.

Pelaksanaan Sholat Istisqo dilakukan secara berjamaah dan terdiri dari dua rakaat. Tata caranya secara umum menyerupai Sholat Id, termasuk jumlah takbir tambahan pada masing-masing rakaat.

Niat Sholat Istisqo dapat dibaca ketika hendak melaksanakan sholat. Bagi imam dan makmum terdapat perbedaan pada lafaznya.

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الاِسْتِسْقَاءِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى

Artinya:

“Aku berniat sholat sunnah meminta hujan dua rakaat sebagai makmum karena Allah SWT.”

Sementara imam dapat membaca:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الاِسْتِسْقَاءِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلهِ تَعَالَى

Artinya:

“Aku berniat sholat sunnah meminta hujan dua rakaat sebagai imam karena Allah SWT.”

Sholat Istisqo dikerjakan sebanyak dua rakaat. Pada rakaat pertama, setelah takbiratul ihram terdapat tujuh kali takbir tambahan sebelum membaca Surah Al-Fatihah. Sementara pada rakaat kedua terdapat lima kali takbir tambahan sebelum membaca Surah Al-Fatihah.

Setelah membaca Al-Fatihah, imam dapat membaca surah Al-Qur`an sebagaimana dalam sholat. Dalam salah satu tuntunan yang dirujuk NU Online, Surah Al-A`la dianjurkan pada rakaat pertama dan Surah Al-Ghasyiyah pada rakaat kedua.

Rangkaian gerakan selanjutnya dilakukan seperti sholat sunnah dua rakaat pada umumnya, mulai dari rukuk, iktidal, sujud, duduk di antara dua sujud hingga salam.

Sholat Istisqo tidak menggunakan azan dan iqamah. Setelah sholat, dilanjutkan dengan khutbah yang berisi nasihat, istighfar, dan doa memohon turunnya hujan.

Salah satu bacaan yang dianjurkan dalam khutbah Sholat Istisqo adalah istighfar. Pada pembukaan khutbah pertama, khatib dianjurkan membaca istighfar sebanyak sembilan kali, sedangkan pada khutbah kedua sebanyak tujuh kali.

Bacaan istighfar tersebut:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Artinya:

“Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung. Tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Mahahidup dan Yang Maha Berdiri Sendiri. Aku bertobat kepada-Nya.”

Dalam khutbah, khatib juga memperbanyak doa dengan suara yang dapat didengar jamaah sehingga mereka dapat mengaminkannya. Khatib dan jamaah juga dianjurkan memperbanyak istighfar serta memohon hujan yang membawa manfaat dan keberkahan.

Sebelum pelaksanaan Sholat Istisqo, umat Islam dianjurkan memperbanyak istighfar dan bertobat kepada Allah SWT.

Dalam tuntunan yang dijelaskan NU Online, masyarakat juga dianjurkan memperbanyak sedekah, meninggalkan maksiat dan kezaliman, serta memperbaiki hubungan dengan sesama Muslim. Puasa selama tiga hari sebelum pelaksanaan juga termasuk anjuran dalam tuntunan tersebut.

Sholat Istisqo menjadi salah satu bentuk ikhtiar spiritual ketika masyarakat menghadapi kekeringan.

Dalam praktiknya, ibadah ini dilakukan dengan menggabungkan sholat, istighfar, dan doa agar Allah SWT menurunkan hujan sebagai rahmat dan membawa manfaat bagi kehidupan manusia serta makhluk lainnya.