Ilustrasi foto nasehat dari ulama
Terasmuslim.com - Pesan mendalam dari Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah mengingatkan kita tentang sepuluh perkara yang kerap terbuang sia-sia tanpa memberikan manfaat.
Ilmu yang tidak diamalkan serta amal tanpa keikhlasan hanya akan menjadi beban yang memperberat pertanggungjawaban di akhirat kelak.
Penumpukan harta tanpa infak juga digambarkan sebagai kesia-siaan karena pemiliknya tidak merasakan manfaat duniawi maupun pahala ukhrawi.
Kondisi tersebut diperparah jika hati seorang hamba hampa dari rasa cinta, kerinduan, dan ketenangan bermunajat kepada sang Pencipta.
Allah SWT secara tegas mengingatkan kerugian ini dalam Surah Al-Asr ayat 1 hingga 3 tentang pentingnya iman, amal saleh, dan waktu.
Tubuh yang sehat tanpa digerakkan untuk ketaatan serta cinta yang tidak dilandasi keridaan Allah hanya akan melahirkan kekecewaan.
Waktu yang berlalu tanpa dipergunakan untuk memperbaiki diri maupun beribadah adalah aset berharga yang terbuang tanpa bekas.
Pikiran yang melayang pada hal-hal tak berguna serta pelayanan kepada makhluk yang tidak mendekatkan diri kepada Allah juga sia-sia.
Rasulullah SAW mengingatkan dalam hadis riwayat Tirmidzi bahwa kebaikan Islam seseorang ditunjukkan dengan meninggalkan hal yang tidak bermanfaat.
Menggantungkan rasa takut dan harapan kepada sesama makhluk yang tidak memiliki kuasa atas kehidupan adalah bentuk kesia-siaan terbesar.
Ibnul Qayyim menegaskan bahwa dari seluruh perkara tersebut, kerugian paling fatal bersumber dari terabaikannya hati dan waktu.
Hati yang sia-sia lahir akibat mengutamakan dunia di atas akhirat, sedangkan waktu terbuang karena angan-angan yang terlalu panjang.
Akar dari segala kerusakan moral maupun spiritual manusia tidak lain berasal dari dorongan hawa nafsu yang tidak terkendali.
Sebaliknya, muara dari seluruh kebaikan hidup dapat dicapai dengan konsisten mengikuti petunjuk Nabi Muhammad SAW dan bersiap menghadapi kematian.
Semoga Allah Azza wa Jalla senantiasa membimbing kita agar terhindar dari berbagai kesia-siaan hidup serta melimpahkan keteguhan iman.