• KEISLAMAN

Sejarah Dan Keutamaan Masjid Al Aqsa Dalam Islam

Yahya Sukamdani | Senin, 10/08/2026
Sejarah Dan Keutamaan Masjid Al Aqsa Dalam Islam Ilustrasi foto Masjid Al-Aqsa, saksi sejarah Isra Miraj Nabi Muhammad SAW (Foto: Unsplash/Phillipe Collard)

Terasmuslim.com - Masjid Al-Aqsa di Yerusalem memiliki kedudukan yang amat mulia dan strategis dalam tatanan sejarah serta akidah umat Islam.

Kemuliaan kawasan suci ini ditegaskan Allah SWT dalam Surah Al-Isra ayat 1 sebagai tempat yang diberkahi sekelilingnya.

Dalam sejarah syariat, Masjid Al-Aqsa mengukir peran bersejarah sebagai kiblat pertama umat Islam sebelum dialihkan menuju Ka`bah di Mekkah.

Rasulullah SAW beserta para sahabat mendirikan shalat menghadap Masjid Al-Aqsa selama kurang lebih 16 hingga 17 bulan di awal masa hijrah.

Peristiwa pengalihan kiblat tersebut diabadikan dalam Al-Qur`an Surah Al-Baqarah ayat 144 sebagai penyesuaian arah ibadah sesuai keridaan Allah SWT.

Kedudukan Al-Aqsa kian istimewa karena menjadi titik persinggahan Rasulullah SAW dalam peristiwa agung Isra Mi`raj sebelum naik ke Sidratul Muntaha.

Di tempat suci ini pula Rasulullah SAW menjadi imam shalat bagi seluruh nabi dan rasul sebagai simbol kepemimpinan risalah tauhid.

Secara historis, Masjid Al-Aqsa merupakan bangunan tempat ibadah kedua yang dibangun di bumi setelah Masjidil Haram di Mekkah.

Keutamaan sejarah ini diperkuat oleh hadis sahih riwayat Bukhari dan Muslim dari Abu Dzar Al-Ghifari tentang jarak pembangunan kedua masjid tersebut selama 40 tahun.

Rasulullah SAW juga mengategorikan Al-Aqsa sebagai satu dari tiga masjid yang sangat dianjurkan untuk dikunjungi dengan sengaja.

Melalui hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Nabi SAW menegaskan keutamaan melakukan perjalanan ibadah ke Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjid Al-Aqsa.

Shalat yang didirikan di dalam kawasan Masjid Al-Aqsa melipatgandakan pahala hingga ratusan kali lipat dibandingkan shalat di masjid biasa.

Sejarah mencatat bahwa pembebasan kawasan Al-Aqsa pertama kali dilakukan secara damai oleh Khalifah Umar bin Khattab pada tahun 637 Masehi.

Keberadaan Masjid Al-Aqsa bukan sekadar cagar budaya atau simbol geografis, melainkan bagian dari kehormatan dan kehambaan seluruh umat Islam.

Menjaga, mencintai, serta mendoakan keselamatan Masjid Al-Aqsa merupakan wujud kepedulian iman dan kewajiban moral seluruh muslim di dunia.