Ilustrasi - Nabi Muhammad mengajarkan umatnya untuk menjaga lisan dan memperbanyak mengingat Allah SWT (Foto: Pexels/Necati Ömer Karpuzoğlu)
Jakarta, Terasmuslim.com - Islam mengajarkan umatnya untuk menjaga lisan dan memperbanyak mengingat Allah SWT.
Kebiasaan berbicara tanpa manfaat tidak hanya berisiko menyakiti orang lain, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi hati seorang Muslim.
Rasulullah SAW memberikan peringatan agar tidak terlalu banyak berbicara tanpa disertai zikir kepada Allah. Beliau bersabda:
لَا تُكْثِرُوا الْكَلَامَ بِغَيْرِ ذِكْرِ اللَّهِ فَإِنَّ كَثْرَةَ الْكَلَامِ بِغَيْرِ ذِكْرِ اللَّهِ تَقْسُو الْقَلْبَ إِنَّ أَبْعَدَ النَّاسِ مِنَ اللَّهِ الْقَلْبُ الْقَاسِي
Artinya: "Jangan banyak bicara tanpa menyebut nama Allah, karena banyak bicara tanpa zikir kepada Allah akan mengeraskan hati. Sesungguhnya orang yang paling jauh dari Allah adalah yang hatinya keras." (Bihar al-Anwar, Jilid 68, hlm. 281).
Hadis ini mengingatkan bahwa seorang Muslim hendaknya menjaga lisannya dengan mengucapkan perkataan yang baik, bermanfaat, dan memperbanyak zikir kepada Allah SWT.
Sebaliknya, ucapan yang sia-sia dan berlebihan dapat membuat hati menjadi keras sehingga semakin jauh dari petunjuk-Nya.
Karena itu, membiasakan diri untuk berbicara seperlunya, menjaga adab dalam bertutur kata, serta memperbanyak zikir menjadi salah satu cara untuk menjaga kelembutan hati dan mempererat hubungan dengan Allah SWT.