• KEISLAMAN

Jangan Asal Safar, Ini Pesan Penting agar Agama dan Shalat Tetap Terjaga

Vaza Diva Fadhillah Akbar | Rabu, 23/09/2026
Jangan Asal Safar, Ini Pesan Penting agar Agama dan Shalat Tetap Terjaga Ilustrasi - orang yang sedang beribadah ketika safar (Foto: AI

Jakarta, Terasmuslim.com - Islam memberikan perhatian terhadap kewajiban menjaga agama dan ibadah, termasuk ketika seseorang melakukan perjalanan.

Karena itu, seorang Muslim perlu mempertimbangkan kondisi perjalanan agar tidak membuatnya meninggalkan kewajiban agama.

Ali bin Abi Thalib berkata:

لَا يَخْرُجُ الرَّجُلُ فِي سَفَرٍ يَخَافُ فِيهِ عَلَى دِينِهِ وَ صَلَاتِهِ

Artinya:

"Seseorang tidak boleh melakukan perjalanan (safar) yang ia khawatir akan merusak agamanya dan shalatnya." (Bihar al-Anwar, Jilid 10, hlm. 108)

Pesannya mengingatkan bahwa perjalanan tidak semestinya menjadi alasan seseorang mengabaikan kewajiban kepada Allah SWT.

Dalam kondisi tertentu, perjalanan memang dapat menghadirkan berbagai tantangan. Perubahan lingkungan, keterbatasan tempat ibadah, waktu yang padat, hingga pergaulan selama perjalanan dapat membuat seseorang kesulitan menjaga kebiasaan ibadahnya.

Karena itu, sebelum melakukan perjalanan, seorang Muslim perlu mempertimbangkan dampaknya terhadap agama dan shalat. Persiapan juga penting agar kewajiban tetap dapat dijalankan selama berada di perjalanan.

Islam sendiri memberikan sejumlah keringanan bagi musafir, seperti mengqashar shalat dan dalam kondisi tertentu menjamak shalat. Keringanan tersebut menunjukkan bahwa perjalanan tidak harus membuat seseorang meninggalkan ibadah.

Pesan tersebut pada akhirnya mengajarkan agar urusan dunia tidak membuat seseorang mengorbankan kewajiban agama. Ketika perjalanan berpotensi membawa seseorang semakin jauh dari ketaatan, hal itu patut dipertimbangkan dengan matang.

Dengan demikian, menjaga agama dan shalat tetap menjadi perhatian utama seorang Muslim, termasuk ketika berada jauh dari rumah.