Ilustrasi Perang pemberontakan (Foto: detik)
Terasmuslim.com - Sejarah kepemimpinan Islam mencatat berbagai peristiwa penting, termasuk riwayat perlawanan Ibrahim bin Abdillah bin Hasan.
Ibrahim bin Abdillah merupakan salah satu tokoh keturunan Ahlulbait yang melakukan gerakan politik menolak kepemimpinan Kekhalifahan Abbasiyah.
Langkah politik tersebut dipicu oleh ketidakpuasan atas peralihan kekuasaan yang dinilai menyimpang dari cita-cita awal penegakan keadilan.
Allah SWT mengingatkan pentingnya menegakkan keadilan dan amanah kepemimpinan sebagaimana firman-Nya dalam Surah An-Nisa ayat 58:
"Sungguh, Allah menyuruhmu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkannya dengan adil..." (QS. An-Nisa: 58)
Konflik politik ini memuncak ketika gerakan yang dipimpin Ibrahim menjalar di wilayah Basra pada masa pemerintahan Khalifah Abu Ja`far Al-Mansur.
Upaya perlawanan tersebut dilakukan guna menuntut pengembalian hak kepemimpinan kepada figur yang dianggap lebih berhak dari garis keturunan Nabi SAW.
Namun, dinamika perpecahan di tengah umat membawa dampak besar bagi stabilitas keamanan serta tatanan sosial masyarakat Muslim kala itu.
Perselisihan dan perpecahan sesama Muslim merupakan ujian berat yang telah diperingatkan dalam ajaran Islam.
Rasulullah SAW mengingatkan bahaya perpecahan dan pentingnya menjaga persatuan sebagaimana sabda beliau:
"Barangsiapa yang melepaskan tangannya dari ketaatan (kepada pimpinan), maka ia akan bertemu dengan Allah pada hari kiamat tanpa memiliki alasan." (HR. Muslim)
Di sisi lain, pentingnya amar ma`ruf nahi munkar tetap menjadi prinsip utama yang melandasi niat para pejuang keadilan dalam sejarah.
Allah SWT menegaskan kedudukan amar ma`ruf nahi munkar dalam Surah Ali `Imran ayat 104:
"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma`ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung." (QS. Ali `Imran: 104)
Peristiwa gugurnya Ibrahim bin Abdillah dalam pertempuran menjadi catatan kelam dari perselisihan politik antar sesama saudara seiman.
Kisah ini memberikan pelajaran mendalam bagi umat Islam mengenai pentingnya mengutamakan kemaslahatan bersama di atas kepentingan politik.
Umat Islam diajak untuk merefleksikan sejarah ini sebagai bahan ikhtibar dalam merawat persatuan dan perdamaian bangsa.