Ilustrasi harta berlimpah (foto: bundahaifa)
Terasmuslim.com - Sejarah mencatat bahwa kekayaan melimpah bisa menjadi berkah luar biasa atau justru menjadi fitnah yang menghancurkan.
Melalui kisah para nabi, Islam memberikan pelajaran berharga tentang bagaimana menyikapi harta melimpah dengan bijaksana.
Nabi Sulaiman `Alaihissalam adalah contoh nyata seorang rasul yang diberikan kekuasaan dan kekayaan yang tiada tandingannya.
Namun, kemewahan tersebut tidak sedikit pun melalaikan hati beliau dari berzikir dan bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta`ala.
Al-Qur`an mengabadikan sikap rendah hati Nabi Sulaiman ketika melihat seluruh karunia megah yang berada di hadapannya.
"Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mencobaku apakah aku bersyukur atau mengingkari (nikmat-Nya)." (QS. An-Naml: 40)
Beliau menyadari sepenuhnya bahwa harta bukanlah simbol kemuliaan diri, melainkan instrumen ujian keimanan yang sangat berat.
Sebaliknya, sejarah juga menampilkan sosok Qarun yang hidup di zaman Nabi Musa sebagai simbol kegagalan dalam menghadapi ujian kekayaan.
Kesombongan Qarun yang mengklaim hartanya berasal dari ilmu miliknya sendiri berujung pada azab yang mengerikan.
Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam sendiri telah mengingatkan umatnya mengenai bahaya laten dari fitnah harta benda ini.
Dalam hadist riwayat Tirmidzi, beliau bersabda bahwa sesungguhnya setiap umat memiliki fitnah, dan fitnah umatku adalah harta.
Peringatan profetik ini mengisyaratkan agar kita selalu waspada ketika keran rezeki duniawi dibuka selebar-lebarnya.
Nabi Muhammad Shallallahu `Alaihi wa Sallam memilih hidup bersahaja meskipun beliau memiliki akses terhadap rampasan perang yang melimpah.
Beliau lebih memilih mengalirkan kekayaan yang ada untuk kemaslahatan dakwah dan membantu kaum fakir miskin.
Mari kita jadikan keteladanan para nabi sebagai kompas dalam mengelola setiap jengkal rezeki yang Allah titipkan.
Semoga kita termasuk hamba-hamba yang lulus dari ujian dunia dan dikumpulkan bersama para nabi di surga kelak.