Ilustrasi foto jalan dunia dan surga
Terasmuslim.com - Kelimpahan nikmat sering kali menjadi ujian yang jauh lebih berat dibandingkan dengan musibah yang menimpa kehidupan manusia.
Saat berada dalam kondisi serba ada, manusia cenderung merasa aman dan perlahan-lahan mulai melupakan Sang Maha Pemberi.
Fenomena lalai akibat kenikmatan duniawi ini merupakan bentuk jebakan bertahap yang dalam Islam dikenal sebagai istilah istidraj.
Banyak orang mengira bahwa rezeki yang terus mengalir adalah bentuk kecintaan Allah, padahal bisa jadi itu sebuah ujian kelalaian.
Allah SWT memperingatkan bahaya kelalaian ini secara tegas dalam firman-Nya di dalam Al-Qur`an.
Dalam Surah Al-A`raf ayat 182, Allah berfirman, "Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, nanti Kami akan menarik mereka bertahap (ke arah kebinasaan), dari arah yang tidak mereka ketahui."
Ayat ini menyadarkan kita bahwa kemudahan hidup yang tidak disertai ketaatan adalah tanda bahaya bagi kehidupan spiritual seseorang.
Nabi Muhammad SAW juga memberikan peringatan serupa agar umatnya selalu waspada terhadap kenikmatan yang membuai.
Dalam sebuah hadist riwayat Ahmad, Rasulullah SAW bersabda, "Jika engkau melihat Allah memberikan kenikmatan dunia kepada seorang hamba yang terus bermaksiat, maka sesungguhnya itu adalah istidraj."
Pesan Rasulullah tersebut mengingatkan agar kita tidak tertipu oleh kemewahan fisik yang justru menjauhkan diri dari Hidayah-Nya.
Rasa syukur yang tulus seharusnya diwujudkan melalui peningkatan kualitas ibadah dan kepedulian terhadap sesama.
Ketika nikmat membuat seseorang makin enggan melangkah ke masjid, di situlah letak kerugian hakiki yang sangat nyata.
Hati yang keras dan enggan mengingat Allah adalah dampak buruk dari sikap memperturutkan hawa nafsu saat berada di puncak keberhasilan.
Oleh karena itu, setiap kali mendapatkan nikmat baru, seorang muslim hendaknya segera beristigfar dan memperbanyak sujud syukur.
Semoga Allah SWT senantiasa menjaga hati kita agar tidak terbuai oleh dunia dan menjadikan setiap nikmat sebagai sarana mendekatkan diri kepada-Nya.