• KEISLAMAN

Syukur yang Sering Terlupakan dalam Kehidupan Sehari-hari

Yahya Sukamdani | Kamis, 02/07/2026
Syukur yang Sering Terlupakan dalam Kehidupan Sehari-hari Ilustrasi bersyukur

Terasmuslim.com - Dalam pusaran aktivitas modern yang serba cepat, manusia sering kali terjebak dalam perlombaan mengejar apa yang belum mereka miliki.

Sikap kompetitif ini tanpa disadari membuat kita kerap menutup mata dari jutaan nikmat yang telah terhampar di depan mata.

Bernapas dengan lega, detak jantung yang normal, hingga kepuasan setelah meneguk segelas air adalah bentuk kebahagiaan yang jarang disyukuri.

Islam mengajarkan bahwa esensi syukur tidak hanya diucapkan saat kita menerima bonus besar atau pencapaian karier yang gemilang saja.

Allah SWT telah mengingatkan manusia tentang kecenderungan sifat kufur ini melalui firman-Nya yang tertuang di dalam Al-Qur`an.

"Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang berterima kasih." (QS. Saba`: 13).

Ketidakmampuan kita untuk melihat nikmat-nikmat kecil biasanya berakar dari kebiasaan buruk yang selalu mendongak ke atas dalam urusan duniawi.

Padahal, Rasulullah SAW telah memberikan resep penawar hati agar kita tidak menjadi hamba yang kufur nikmat dalam kehidupan sehari-hari.

"Lihatlah kepada orang yang berada di bawahmu dan janganlah melihat kepada orang yang berada di atasmu." (HR. Muslim).

Dengan melihat ke bawah, hati kita akan menjadi lebih lembut dan menyadari bahwa fasilitas hidup kita saat ini adalah impian orang lain.

Kesehatan fisik yang prima dan waktu luang yang aman adalah dua contoh nikmat maha besar yang paling sering disia-siakan oleh manusia.

Nabi Muhammad SAW secara tegas bersabda mengenai dua hal berharga tersebut yang sering kali membuat manusia tertipu dan lalai.

"Dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalam keduanya, yaitu kesehatan dan waktu luang." (HR. Bukhari).

Ketika kita mulai membiasakan diri bersyukur atas hal-hal sederhana, Allah SWT berjanji akan melapangkan dada dan menambah nikmat tersebut.

Mari kita latih lisan dan hati untuk selalu mengucap hamdalah, bahkan untuk setiap embusan napas yang masih diizinkan-Nya hari ini.

Semoga kita tidak termasuk ke dalam golongan hamba yang baru tersadar untuk bersyukur setelah nikmat-nikmat indah tersebut dicabut oleh-Nya.