Ilustrasi foto lafadz Allah Sunhanna Wa Taala
Terasmuslim.com - Tauhid merupakan fondasi utama serta rukun terpenting dalam seluruh ajaran agama Islam.
Tanpa pemahaman tauhid yang benar, seluruh bangunan amal ibadah seseorang berisiko runtuh dan tidak bernilai di hadapan-Nya.
Allah SWT secara tegas memerintahkan umat-Nya untuk menuntut ilmu tauhid terlebih dahulu sebelum mengamalkan suatu ucapan maupun perbuatan.
Hal ini termaktub jelas dalam Surah Muhammad ayat 19 yang berbunyi: "Maka ketahuilah (ilmuilah), bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah, dan mohonlah ampunan bagi dosamu."
Imam Al-Bukhari sampai membuat bab khusus dalam kitab sahihnya dengan judul Al-Ilmu Qabl Al-Qawli wa Al-Amal (ilmu sebelum berkata dan berbuat) untuk menekankan urgensi fondasi ini.
Ilmu tauhid berfungsi memurnikan niat agar setiap perbuatan murni ditujukan hanya demi meraih keridaan Allah SWT semata.
Keikhlasan yang lahir dari pemahaman tauhid inilah yang menjadi kunci utama agar suatu ibadah dapat diterima oleh Sang Pencipta.
Amal sebesar apa pun akan lenyap tanpa bekas apabila ternodai oleh perbuatan syirik atau penyekutuan terhadap Allah SWT.
Peringatan keras ini tersurat dalam Surah Az-Zumar ayat 65: "Jika engkau mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah engkau termasuk orang-orang yang rugi."
Tauhid juga menjadi penentu utama apakah seseorang akan mendapatkan keselamatan hakiki di akhirat kelak atau tidak.
Rasulullah SAW bersabda dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim bahwa Allah mengharamkan neraka bagi siapa saja yang mengucapkan Laa ilaaha illallah dengan ikhlas dari hatinya.
Memahami ilmu tauhid memagari seorang muslim dari bahaya kesesatan dan pemahaman akidah yang menyimpang di tengah arus modernisasi.
Keyakinan tauhid yang tulus akan menghadirkan kedamaian jiwa serta ketenangan pikiran karena hati senantiasa bergantung penuh kepada Allah SWT.
Dengan mempelajari tauhid terlebih dahulu, setiap ibadah harian yang kita kerjakan akan memiliki bobot nilai spiritual yang jauh lebih bernilai.
Mari kita jadikan penataan akidah dan penjelajahan ilmu tauhid sebagai prioritas utama sebelum melangkah lebih jauh dalam memperbanyak amal ibadah.